‘Tolong, Saya Ingin Pulang’: Jeritan Eka dari Oman, Korban Penganiayaan Majikan

- Redaksi

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KONAWE, Mevin.ID – Di sebuah ruangan yang asing, ribuan kilometer dari tanah kelahirannya di Desa Amosilu, Konawe, Sulawesi Tenggara, seorang perempuan bernama Eka Arwati merekam sebuah video.

Wajahnya basah oleh air mata, suaranya parau oleh tangis dan mungkin oleh sakit yang diderita. Dengan keberanian yang lahir dari keputusasaan, ia menyebut dirinya tidak sanggup lagi.

Video singkat yang diunggahnya di akun TikTok @ekhaapxcd1h pada Minggu (18/1/2026) itu bukan sekadar curhatan. Itu adalah jeritan minta tolong yang langsung menusuk hati ribuan netizen Indonesia dan menjadi viral.

“Saya kerja sudah tiga bulan, saya pun sakit dua bulan, dan majikan pun memaksa saya bekerja,” ucap Eka dengan suara bergetar di awal video.

Kisah di Balik Senyum yang Hilang

Eka, seperti banyak perempuan tangguh dari daerah lain, memilih merantau ke Oman sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) dengan sebuah harapan: memperbaiki hidup keluarganya di kampung halaman. Impian akan kehidupan yang lebih baik mungkin yang menguatkannya saat pertama kali menginjakkan kaki di negeri Timur Tengah itu.

Namun, mimpi itu berubah menjadi lelah yang tak terperi. Hanya dalam dua bulan bekerja, penyakit mulai menggerogoti tubuhnya. Alih-alih mendapatkan perawatan atau istirahat, Eka justru dipaksa terus bekerja oleh majikannya. Kondisi fisik yang melemah berpadu dengan tekanan psikologis dari perlakuan yang tidak manusiawi.

Video itu menjadi jendela bagi publik untuk melihat sekilas penderitaannya. Setiap linangan air mata di pipinya bercerita tentang rasa sakit, ketakutan, dan kerinduan yang mendalam pada keluarga di Amosilu.

Ia tidak menyebut detail penyiksaan secara gamblang, namun kata-katanya yang terpotong oleh isak, “saya dipukuli… dilecehkan… diancam,” cukup untuk menggambarkan betapa terjepitnya posisinya.

Gelombang Solidaritas dari Dunia Maya

Dalam hitungan jam, video Eka menjadi perbincangan. Tagar #SaveEka dan #PulangkanEka membanjiri platform media sosial. Komentar-komentar penuh dukungan dan doa berdatangan. Banyak netizen yang secara spontan membagikan informasi kontak KJRI Oman dan BP3MI, berusaha menjadi jembatan antara jeritan Eka di layar dengan pertolongan nyata.

Seorang netizen menulis, “Ini bukan cuma urusan pemerintah, ini urasan kemanusiaan kita semua.” Yang lain berkomentar, “Kuat Eka, kita semua di sini berdoa untukmu.” Viralitas video itu membuktikan bahwa di era digital, sebuah narasi personal yang jujur memiliki kekuatan untuk menggerakkan empati kolektif.

Titik Terang

Berita baik akhirnya datang. Berdasarkan keterangan resmi Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tenggara, Eka telah berhasil dievakuasi dari rumah majikannya dan sekarang berada di tempat yang aman. Saat ini proses untuk membawanya ke Konsulat Jenderal RI di Oman sedang berlangsung sebagai langkah awal pemulangan.

Kisah Eka juga menyadarkan kita pada sebuah fakta pahit: dugaan kuat bahwa ia dikirim melalui jalur ilegal yang mengindikasikan praktik perdagangan orang. Ini menjadi catatan penting bahwa di balik setiap jeritan seorang TKW, sering kali ada rantai pemerasan dan penipuan yang dimulai sejak dari tanah air.

Lebih dari Sekadar Viral

Viralnya video Eka Arwanti mengingatkan kita bahwa di balik angka statistik pekerja migran, ada manusia dengan nama, wajah, dan cerita. Ada seorang anak perempuan dari Amosilu yang hanya ingin bekerja dengan hormat dan pulang dengan selamat kepada orang tuanya.

Perjuangan Eka belum selesai. Masih ada proses pemulangan, pemulihan trauma, dan penegakan hukum yang harus dijalani. Namun, keberaniannya untuk bersuara telah menjadi kekuatan yang menyatukan banyak orang untuk peduli.***

Facebook Comments Box

Editor : Atep K

Sumber Berita: Kendari Info

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Aksi Berani Ibu Berkerudung Robohkan Tembok Pabrik Protes Banjir 2 Tahun
Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Kritik Keras Pemerintah: Kondisi SLB ABC Ciawi Menyayat Hati
Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi
Usai Diburu Warga Kondisi Macan Tutul Jawa di Pacet Stabil, Ini Penjelasan BBKSDA Jabar
Apa itu Bocor Usus seperti Diderita Siti Atlet Rugby Asal Garut? Simak Ulasannya
Bandung Bangga, Natanael Juara Dunia Olimpiade Sains di AS dan Diundang NASA
Tanggap Darurat Longsor Cisarua Berakhir, Basarnas Tetap Siagakan Operasi Terbatas
Wujudkan Transparansi, Pemkab Majalengka Mulai Labelisasi Rumah Penerima Bansos

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:02 WIB

Viral Aksi Berani Ibu Berkerudung Robohkan Tembok Pabrik Protes Banjir 2 Tahun

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:35 WIB

Mahasiswa KKN UNIK Cipasung Kritik Keras Pemerintah: Kondisi SLB ABC Ciawi Menyayat Hati

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:59 WIB

Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:15 WIB

Usai Diburu Warga Kondisi Macan Tutul Jawa di Pacet Stabil, Ini Penjelasan BBKSDA Jabar

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:46 WIB

Apa itu Bocor Usus seperti Diderita Siti Atlet Rugby Asal Garut? Simak Ulasannya

Berita Terbaru