HORMOZGAN, Mevin.ID – Eskalasi militer di Timur Tengah memakan korban jiwa dari kalangan sipil yang sangat memilukan.
Sebuah serangan rudal yang dilancarkan Israel pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat dilaporkan menghantam sebuah Sekolah Dasar (SD) putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Laporan resmi dari Kepala Ilmu Kedokteran Hormozgan yang dikutip kantor berita Fars menyebutkan bahwa sedikitnya 50 siswi tewas dalam tragedi tersebut. Mayoritas korban adalah anak-anak yang tengah berada di lingkungan sekolah saat ledakan hebat terjadi.
Serangan di Dua Kota Strategis
Selain sekolah di Minab, serangan juga menyasar kota pelabuhan Jask. Secara total, rangkaian serangan di wilayah selatan Iran ini telah menyebabkan sedikitnya 70 orang meninggal dunia dan lebih dari 90 orang lainnya mengalami luka-luka.
Tim medis di wilayah Hormozgan kini berjuang keras menangani ratusan korban di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan yang juga terdampak getaran ledakan.
Angka kematian dikhawatirkan masih akan bertambah mengingat banyaknya korban yang mengalami luka kritis.
Shiraz Turut Diguncang Ledakan
Api peperangan tidak berhenti di pesisir selatan. Di bagian barat daya Iran, kota bersejarah Shiraz juga melaporkan adanya beberapa ledakan hebat pada sore harinya.
Warga setempat melaporkan suara dentuman keras yang disusul kepulan asap di beberapa titik strategis kota.
Meskipun belum ada rincian mengenai target spesifik di Shiraz, serangan ini mengindikasikan bahwa operasi militer gabungan AS-Israel bertujuan melumpuhkan pusat-pusat populasi dan logistik di berbagai penjuru Iran.
Kecaman Dunia Internasional
Jatuhnya puluhan korban jiwa dari kalangan anak-anak sekolah memicu gelombang kecaman keras.
Dunia internasional kini mendesak adanya investigasi menyeluruh atas tragedi di Minab, yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
Hingga saat ini, masyarakat sipil di kota-kota terdampak seperti Minab, Jask, dan Shiraz hidup dalam bayang-bayang ketakutan akan adanya serangan udara susulan.
Di tengah pertukaran ancaman antara Teheran dan Washington, warga sipil—terutama anak-anak—menjadi pihak yang paling menderita dalam konflik yang kian tak terkendali ini.
Mevin.ID akan terus memperbarui informasi terkait jumlah korban dan situasi terkini di zona konflik Iran.***
Editor : Bar Bernad


























