Tragedi Lampu Merah Kendari, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Alat Berat demi Mencari Sesuap Nasi

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar seorang ibu menangis histeris sambil memeluk jasad anaknya yang ditabrak alat berat di Kendari. (Dok. Istimewa)

i

Tangkapan layar seorang ibu menangis histeris sambil memeluk jasad anaknya yang ditabrak alat berat di Kendari. (Dok. Istimewa)

KENDARI, Mevin.ID – Kabut duka kemiskinan kembali menelan korban jiwa. Belum kering luka atas peristiwa pilu di Ngada, NTT, kejadian serupa kini mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Seorang bocah perempuan berinisial NW (8), meninggal dunia secara tragis setelah dilindas alat berat jenis loader saat sedang menjajakan tisu di lampu merah, Kamis (30/1/2026) malam.

Kejadian memilukan ini berlangsung di perempatan lampu merah depan PLN UP3 Kendari, Jalan KH Ahmad Dahlan.

NW, yang merupakan siswi kelas 4 SD, harus meregang nyawa di aspal demi satu tujuan mulia: membeli beras untuk keluarganya.

“Tunggu Ma, Saya Carikan Pembeli Beras”

Dibalik insiden maut tersebut, tersimpan dialog terakhir yang menyayat hati antara NW dan ibunya.

Malam itu, NW mengeluh lapar dan meminta makan, namun sang ibu terpaksa menjawab bahwa tidak ada nasi di rumah mereka.

Ma kenapa kita miskin? Saya mau sekolah yang tinggi biar bisa belikan rumah mama,” katanya.

Didorong rasa kasih sayang kepada sang ibu, bocah mungil ini pun berinisiatif mengambil sisa tisu untuk dijual.

“Tunggu Ma, saya carikan kita pembeli beras,” ujar NW sebelum melangkah menuju lampu merah yang menjadi lokasi terakhir nafasnya.

Sesaat setelah kejadian, sang ibu yang mendapati tubuh putrinya terbujur kaku bersimbah darah tak mampu membendung histeris.

Ia terus memeluk jasad NW di trotoar sambil meratapi kemiskinan yang memaksa anaknya bekerja.

“Saya suruh pergi jual tisu karena kita mau makan tidak ada nasi,” tangisnya pecah di hadapan warga.

Polisi: Kasus Naik ke Tahap Penyidikan

Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Kendari langsung bergerak cepat menangani kasus ini. Kasatlantas Polresta Kendari, AKP Kevin Fahri Ramadhan, mengungkapkan bahwa alat berat beserta operatornya yang berinisial ZA (36) telah diamankan.

Meskipun sempat diduga sebagai korban tabrak lari karena operator meninggalkan lokasi, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan pengakuan berbeda dari sang sopir.

“Untuk operator berdasarkan keterangannya tidak kabur, melainkan tidak sadar kalau alat beratnya melindas korban. Saat ini kasusnya sudah naik ke tahap penyidikan,” ujar AKP Kevin kepada media, Jumat (6/2/2026).

Alarm Keras bagi Jaminan Sosial

Kematian NW bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Peristiwa ini merupakan tamparan keras bagi sistem perlindungan anak dan jaminan sosial di daerah.

Kemiskinan ekstrem yang memaksa anak di bawah umur turun ke jalanan demi kebutuhan pokok adalah fenomena gunung es yang memerlukan tindakan nyata dari pemerintah setempat.

Kini, Najwa telah pergi. Ia meninggalkan pesan terakhir tentang perjuangan melawan lapar yang berakhir di bawah roda alat berat.

Publik berharap proses hukum berjalan adil dan menjadi momentum bagi pemerintah untuk lebih serius memperhatikan nasib keluarga prasejahtera agar tidak ada lagi “Najwa-Najwa” lain yang menjadi korban di jalanan.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perselisihan Antar Pelajar Pecah di Cihampelas, Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Mengenaskan
Sisi Lain Ramadhan: Ketika Ampunan Warga Malangbong Mengalahkan Amarah pada Sang Pencuri
Kritik Tata Kelola Sampah di Pasar Gedebage, FK3I dan Jaringan Aktivis Gelar Aksi Bagi Sembako untuk Kuli Panggul
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca dan Gelombang Tinggi Jelang Mudik Lebaran 2026 di Jabar
Semarak Ramadhan: SAE Riders Community Majalengka Tebar 500 Paket Takjil untuk Pedagang Kaki Lima
Tingkatkan Imtaq Siswa, SMK Binatama Gelar Bukber Ramadhan 1447H dan Berikan Beasiswa SPP Gratis
Kompensasi untuk Sopir Angkot, Becak, dan Andong Mulai Dicairkan, Pemprov Jabar Siapkan Rp6,9 Miliar
Cerita Pemudik yang Kembali Tersenyum Bersama Program Mudik Gratis Jabar 2026

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:15 WIB

Perselisihan Antar Pelajar Pecah di Cihampelas, Siswa SMAN 5 Bandung Tewas Mengenaskan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:38 WIB

Sisi Lain Ramadhan: Ketika Ampunan Warga Malangbong Mengalahkan Amarah pada Sang Pencuri

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:32 WIB

Kritik Tata Kelola Sampah di Pasar Gedebage, FK3I dan Jaringan Aktivis Gelar Aksi Bagi Sembako untuk Kuli Panggul

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:51 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca dan Gelombang Tinggi Jelang Mudik Lebaran 2026 di Jabar

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:31 WIB

Semarak Ramadhan: SAE Riders Community Majalengka Tebar 500 Paket Takjil untuk Pedagang Kaki Lima

Berita Terbaru