Tragedi Longsor Jatinangor: Polisi Selidiki Unsur Kelalaian, 9 Saksi Diperiksa

- Redaksi

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG, Mevin.ID  – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang tengah mendalami dugaan adanya unsur kelalaian dalam proyek pembangunan lapangan mini soccer di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Insiden longsor yang terjadi di lokasi tersebut diketahui memakan korban jiwa sebanyak empat orang pekerja.

Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopriansah, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengusut tuntas penyebab musibah tersebut, terutama terkait prosedur keselamatan kerja di lapangan.

“Rencananya mau dibangun mini soccer. Kami untuk sementara masih melakukan penyelidikan apakah dalam musibah ini ada kelalaian kerja atau dan sebagainya, kami akan tetap melakukan penyelidikan,” ujar AKP Tanwin kepada awak media, Jumat (2/1/2026).

Sembilan Saksi Jalani Pemeriksaan

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah bergerak cepat dengan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan. Tercatat sudah ada sembilan orang saksi yang diperiksa oleh penyidik.

Saksi-saksi tersebut terdiri dari:

  • Mandor proyek.
  • Pekerja yang berhasil selamat dari maut.
  • Pihak pemilik atau pengembang proyek pembangunan.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk memetakan bagaimana kronologi kejadian serta memastikan apakah pengerjaan proyek sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) keamanan yang berlaku.

Evakuasi Korban Rampung

Sementara itu, Tim SAR gabungan memastikan proses pencarian dan penyelamatan di lokasi kejadian telah selesai dilakukan. Seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, telah berhasil dievakuasi dari material longsor.

“Seluruh korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” jelas pihak Tim SAR.

Kawasan proyek saat ini dilaporkan telah dipasangi garis polisi (police line) untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP) lebih lanjut.

Publik kini menanti hasil penyelidikan apakah insiden ini murni bencana alam atau ada faktor kelalaian manusia (human error) yang bisa berujung pada jeratan pidana.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT, Jadi Operasi Ketiga di Awal 2026
Warga Resah, Pengerukan di Perbukitan Cikuya Lagadar Bandung Terus Berlangsung 
Mahamuda Sebut Banjir Bekasi 2026 ‘Dosa Tata Ruang’ Terencana, Desak Audit Investigatif Anggaran SDABMBK
Banjir 45 Hari Tak Kunjung Surut, Rumah Panggung Bantuan di Karawang Akhirnya ‘Keok’ Terendam Air
Viral Video ‘Pondasi Batu Cabluk dan Pasir’, Proyek PJU Pemprov Jabar di Berbagai Daerah Jadi Sorotan Warga
Duka di Tengah Banjir Bekasi: Seorang Lansia Meninggal Terseret Arus, Ratusan Warga Mulai Mengungsi
Ketika Kekhawatiran Warga Cirebon Tak Terbendung terkait Kebun Sawit Ilegal di Bukit Cigobang
Bekasi Dikepung Banjir Hebat: 16 Kecamatan Terendam, Ribuan KK Terdampak dan Jalur Transportasi Lumpuh

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 22:30 WIB

KPK Tangkap Bupati Pati Sudewo dalam OTT, Jadi Operasi Ketiga di Awal 2026

Senin, 19 Januari 2026 - 19:00 WIB

Warga Resah, Pengerukan di Perbukitan Cikuya Lagadar Bandung Terus Berlangsung 

Senin, 19 Januari 2026 - 18:09 WIB

Mahamuda Sebut Banjir Bekasi 2026 ‘Dosa Tata Ruang’ Terencana, Desak Audit Investigatif Anggaran SDABMBK

Senin, 19 Januari 2026 - 17:05 WIB

Banjir 45 Hari Tak Kunjung Surut, Rumah Panggung Bantuan di Karawang Akhirnya ‘Keok’ Terendam Air

Senin, 19 Januari 2026 - 13:59 WIB

Viral Video ‘Pondasi Batu Cabluk dan Pasir’, Proyek PJU Pemprov Jabar di Berbagai Daerah Jadi Sorotan Warga

Berita Terbaru