SIAK, Mevin.ID – Kegiatan study tour yang seharusnya menjadi momen belajar menyenangkan berubah menjadi kepiluan.
Bangunan bersejarah Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, mengalami kerusakan struktur pada Sabtu (31/1/2026) pagi, yang mengakibatkan belasan siswa dan guru terluka.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat rombongan dari SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam tengah menyusuri situs sejarah tersebut.
Kronologi Kejadian
Sebanyak 55 siswa sedang mengikuti rangkaian study tour di lokasi. Petaka muncul saat rombongan berada di area tangga menuju lantai dua. Secara tiba-tiba, konstruksi kayu pada bagian tangga ambruk.
Akibatnya, para peserta yang berada di titik tersebut jatuh dari ketinggian sekitar 3 meter dan tertimpa material bangunan. Data sementara menunjukkan:
- 16 Korban Luka Parah: Terdiri dari 15 siswa dan 1 orang guru pendamping.
- Evakuasi: Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Tengku Rafi’an Siak untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Dugaan Penyebab: Kayu Lapuk Dimakan Rayap
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, menyatakan bahwa penyelidikan awal menunjukkan adanya kelemahan pada struktur kayu bangunan tua tersebut.
“Runtuhnya lantai dua (tangga) diduga karena usia kayu. Papan lantai itu sudah ada yang dimakan rayap. Kami masih melakukan penelusuran lebih lanjut,” ujar AKBP Sepuh.
Senada dengan Kapolres, Kabid Destinasi dan Promosi Disbudparpora Siak, Paula Chandra, membenarkan bahwa titik yang roboh adalah akses tangga. Ia menduga faktor cuaca dan usia membuat konstruksi kayu menjadi lapuk.
Saling Lempar Tanggung Jawab Pemeliharaan?
Insiden ini memicu tanya terkait pemeliharaan bangunan, mengingat Tangsi Belanda sempat direvitalisasi oleh Kementerian PUPR pada 2018 dengan anggaran mencapai Rp5,2 miliar.
Kepala Dinas PUPR Siak, Ardi Irvandi, menegaskan bahwa sejak revitalisasi selesai, tanggung jawab penuh berada di tangan Dinas Pariwisata.
“Bangunan Tangsi Belanda itu pemeliharaannya berada di Dinas Pariwisata. Kalau di PUPR hanya gedung daerah dan jembatan kaca,” tegas Ardi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan investigasi lebih lanjut guna memastikan apakah ada unsur kelalaian dalam pengelolaan situs bersejarah tersebut.***
Editor : Bar Bernad


























