Tragedi Tambang Emas Pongkor: 11 Penambang Tewas Akibat Gas Beracun, Korban Berhasil Dievakuasi

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Tambang Emas Pongkor

Ilustrasi Tambang Emas Pongkor

BOGOR, Mevin.ID – Kabar duka menyelimuti wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor.

Sebanyak 11 penambang tradisional dilaporkan tewas di dalam perut Gunung Pongkor setelah terjebak di lubang tambang yang mengandung gas beracun.

Tim evakuasi telah berhasil mengangkat seluruh jenazah korban dari kedalaman tambang pada Jumat (23/1/2026).

Evakuasi di Tengah Ancaman Gas Karbon Monoksida

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, menyatakan bahwa fokus utama sejak diterimanya laporan insiden ini adalah upaya penyelamatan dan evakuasi. Namun sayangnya, kondisi medan yang ekstrem dan paparan gas berbahaya membuat 11 orang tersebut tidak terselamatkan.

“Sebelas orang yang dievakuasi seluruhnya dalam kondisi meninggal dunia. Saat ini jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga di wilayah Nanggung, Cigudeg, dan Sukajaya,” ujar Irjen Rudi saat meninjau lokasi.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, para korban terjebak oleh gas Karbon Monoksida (CO) dengan konsentrasi tinggi.

  • Puncak konsentrasi gas: Sempat menyentuh angka 1.200 ppm.
  • Kondisi terkini: Masih berada di kisaran 200 ppm, level yang masih dianggap membahayakan bagi tim penyelamat.

Karena tingginya risiko, polisi melakukan evakuasi secara bertahap dan masih terus mendalami kemungkinan adanya korban lain di lorong-lorong tambang yang belum terjangkau.

Sorotan Gubernur Jabar: Masalah “Link and Match” Ekonomi

Menanggapi tragedi berulang ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara.

Menurutnya, masalah utama di Gunung Pongkor bukan sekadar legalitas tambang, melainkan ketergantungan ekonomi masyarakat setempat terhadap profesi berisiko tinggi tersebut.

“Problem utamanya adalah masyarakat tetap memilih bekerja di sektor itu meski bahaya. Kita harus mendorong agar generasi berikutnya punya solusi lain,” tegas Dedi di Bandung.

Dedi menekankan pentingnya link and match antara pertumbuhan investasi di Kabupaten Bogor dengan penyerapan tenaga kerja lokal.

Ia berharap pemerintah daerah segera menyusun strategi agar warga tidak lagi harus mempertaruhkan nyawa di lubang tambang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Polda Jabar telah mendirikan posko pengaduan dan operasi penyelamatan di lokasi.

Meski pihak keluarga memilih untuk segera memakamkan jenazah tanpa autopsi, pihak kepolisian tetap membuka peluang penyelidikan lebih lanjut jika ditemukan bukti-bukti baru terkait unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam insiden mematikan ini.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayar STNK Plus Parkir Setahun? Pemerintah Wacanakan Integrasi Pajak Kendaraan Mulai 2027
Bahaya! Sudah 4 Kasus Anak Bunuh Diri di Indonesia dalam Dua Bulan Pertama 2026
Buka Kartu! Eks Jubir Kenang Momen Jokowi ‘Galau’ soal Revisi UU KPK Saat di Amerika
Beda Suara dengan Jokowi, Istana Tegaskan Tak Ada Rencana Revisi UU KPK ke Versi Lama
Menkeu Purbaya Optimis Gugatan MBG di MK Bakal Kandas: ‘Dalilnya Lemah’
Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H
Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia
Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:58 WIB

Bayar STNK Plus Parkir Setahun? Pemerintah Wacanakan Integrasi Pajak Kendaraan Mulai 2027

Rabu, 18 Februari 2026 - 21:00 WIB

Bahaya! Sudah 4 Kasus Anak Bunuh Diri di Indonesia dalam Dua Bulan Pertama 2026

Rabu, 18 Februari 2026 - 19:08 WIB

Buka Kartu! Eks Jubir Kenang Momen Jokowi ‘Galau’ soal Revisi UU KPK Saat di Amerika

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:45 WIB

Beda Suara dengan Jokowi, Istana Tegaskan Tak Ada Rencana Revisi UU KPK ke Versi Lama

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:23 WIB

Menkeu Purbaya Optimis Gugatan MBG di MK Bakal Kandas: ‘Dalilnya Lemah’

Berita Terbaru