TRENGGALEK, Mevin.ID – Kabar duka menyelimuti warga Trenggalek. Seorang perempuan yang sebelumnya viral di media sosial sebagai korban dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD dr. Soedomo Trenggalek, Rabu (4/3/2026).
Mirisnya, korban yang tengah dalam pemulihan fisik dan psikis tersebut diduga mengembuskan napas terakhirnya setelah melakukan tindakan nekat mengakhiri hidup di lingkungan rumah sakit.
Baca juga : Keji! Video Viral Tampilkan Penyiksaan Perempuan di Trenggalek, Korban Histeris Minta Ampun
Kronologi Kejadian di RSUD
Korban sebelumnya dilarikan ke RSUD dr. Soedomo setelah mengalami serangkaian penganiayaan yang sempat memicu kemarahan netizen di jagat maya.
Namun, saat penanganan medis masih berlangsung, pihak rumah sakit dikejutkan dengan kondisi korban yang ditemukan sudah tidak bernyawa.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, korban diduga mengalami depresi berat akibat trauma kekerasan yang dialaminya. Meski pengawasan medis telah dilakukan, insiden ini terjadi di luar dugaan tim penjagaan.
View this post on Instagram
Polisi Lakukan Pendalaman
Pihak kepolisian dari Polres Trenggalek kini tengah berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas kepolisian memastikan akan menyelidiki lebih lanjut apakah ada unsur kelalaian atau tekanan lain yang memicu korban melakukan tindakan tersebut.
“Kami berbelasungkawa atas meninggalnya korban. Saat ini tim sedang bekerja di lapangan untuk memastikan penyebab pasti kematian dan kronologi di RSUD,” ujar salah satu sumber dari kepolisian setempat.
Sorotan pada Penanganan Trauma Pasca-KDRT
Tragedi ini menjadi tamparan keras bagi sistem perlindungan korban kekerasan. Kasus ini menunjukkan bahwa luka batin dan trauma psikis pada korban KDRT sering kali jauh lebih berbahaya daripada luka fisik yang terlihat.
Banyak pihak kini mempertanyakan efektivitas pendampingan psikologis bagi korban kekerasan di fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Kematian korban bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga duka bagi para aktivis kemanusiaan yang sejak awal mengawal kasus KDRT viral ini.
Jenazah korban kini masih berada di ruang instalasi pemulasaraan jenazah untuk proses autopsi guna keperluan penyidikan lebih lanjut.***
Disclaimer : Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapa pun untuk melakukan tindakan seserupa. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tanda-tanda depresi atau keinginan menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau hotline darurat terdekat.
Editor : Bar Bernad


























