Transformasi Besar BUMN 2026, Danantara Targetkan Pangkas 1.043 Perusahaan Menjadi 300 Tanpa PHK

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan langkah ambisius dalam melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Targetnya, jumlah entitas pelat merah yang saat ini mencapai ribuan akan dipangkas secara signifikan menjadi hanya sekitar 300 perusahaan saja.

Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap tantangan efisiensi dan persaingan global, dengan target penyelesaian utama dipercepat ke tahun 2026.

Strategi Efisiensi Tanpa PHK

Meskipun akan terjadi penyusutan jumlah perusahaan hingga lebih dari 70 persen, Danantara menjamin tidak akan ada gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.

Senior Director Business Performance & Assets Optimization Danantara Indonesia, Bhimo Aryanto, menegaskan bahwa efisiensi dilakukan melalui penataan organisasi, bukan pemangkasan tenaga kerja.

“Dari sekitar 1.067 kita mau squeeze efisienkan menjadi sekitar 250-an hingga 300-an perusahaan, dengan catatan tidak boleh ada lay-off. Ada caranya, kita bisa melakukan realokasi resources,” ungkap Bhimo.

Strategi utama Danantara meliputi penyederhanaan struktur dewan komisaris dan direksi yang selama ini dinilai berlapis dan tumpang tindih. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing BUMN di pasar internasional.

Skema Penataan Tenaga Kerja

Danantara telah menyiapkan beberapa skema khusus untuk memastikan hak-hak karyawan tetap terjaga selama proses konsolidasi:

  • Realokasi Karyawan: Memindahkan staf dari entitas yang digabung ke unit usaha yang masih beroperasi.
  • Optimalisasi Kapasitas: Mengatur ulang posisi agar tidak terjadi kekosongan fungsi strategis di perusahaan hasil konsolidasi.
  • Opsi Golden Handshake: Menyediakan program pensiun dini atau transisi sukarela bagi pegawai yang memilih untuk tidak melanjutkan karir di perusahaan baru.

Mengejar Perusahaan yang Sehat dan Kompetitif

CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, menyatakan bahwa perampingan ini didasari pada fakta banyaknya anak dan cucu usaha BUMN yang saat ini tidak produktif dan tidak memberikan nilai tambah.

“Perampingan diperlukan agar BUMN tidak hanya besar di atas kertas, tetapi menjadi perusahaan yang sehat, profesional, dan siap bersaing di pasar global,” tegas Rosan.

Melalui transformasi ini, Danantara berharap BUMN ke depan akan memiliki struktur yang lebih modern dan efisien, sehingga mampu menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam jangka panjang.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG
bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H
Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis
Perangi Scam! OJK Blokir 436 Ribu Rekening Penipu, Rp566 Miliar Dana Korban Diselamatkan
Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah Percepat Impor Minyak dari AS; Projo Apresiasi Langkah Cepat
Kelas Menengah Indonesia Menyusut, Ekonomi RI Dibayangi ‘Tepi Ketidakpastian’
Menteri UMKM Bongkar Biang Kerok Banjir Impor China: Permainan Kargo dan Oknum Bea Cukai
Gurita Alfamart-Indomaret Tembus 44 Ribu Gerai, Pemerintah Siapkan Ultimatum Setop Ekspansi ke Desa

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:40 WIB

bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:04 WIB

Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:36 WIB

Perangi Scam! OJK Blokir 436 Ribu Rekening Penipu, Rp566 Miliar Dana Korban Diselamatkan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:10 WIB

Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah Percepat Impor Minyak dari AS; Projo Apresiasi Langkah Cepat

Berita Terbaru