Triwulan III-2024, Sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Melesat

- Redaksi

Rabu, 8 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pusat Statistik (BPS) memcatat pertumbuhan pada triwulan III-2024 sektor IKFT berhasil melesat 4,2 persen secara kumulatif. Dipengaruhi oleh bersinarnya industri tekstil di akhir tahun. ANTARA FOTO/ Ahmad Subaidi

i

Badan Pusat Statistik (BPS) memcatat pertumbuhan pada triwulan III-2024 sektor IKFT berhasil melesat 4,2 persen secara kumulatif. Dipengaruhi oleh bersinarnya industri tekstil di akhir tahun. ANTARA FOTO/ Ahmad Subaidi

Jakarta, Mevin.ID – Saat langkah kaki Anda menelusuri pasar tekstil, semisal di Tanah Abang, Jakarta, bayangkan bahwa Anda tengah menyentuh salah satu sektor yang menyokong pertumbuhan ekonomi Indonesia! Itulah sektor yang terus tumbuh secara efektif dalam beberapa tahun terakhir. Sektor yang dimaksud adalah industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT).

Sebagaimana data terbaru yang disodorkan Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan III-2024 sektor IKFT berhasil melesat dengan pertumbuhan 4,2 persen secara kumulatif. Angka ini adalah cerminan kekuatan sektor yang tetap berdiri teguh di tengah badai tantangan global.

Merujuk penjelasan Plt Direktur Jenderal IKFT Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita dalam sebuah konferensi bertajuk “Outlook Sektor Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Tahun 2025” di Yogyakarta, Selasa (17/12/2024), disebutkan bahwa sektor IKFT memberikan kontribusi sebesar 22,46 persen terhadap industri pengolahan nonmigas dan 3,87 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Pernyataan Reni mempertegas peran sektor IKFT sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Yang lebih menarik untuk dicermati adalah adanya lonjakan subsektor kulit, barang dari kulit, dan alas kaki, yang mencatat pertumbuhan spektakuler sebesar 10,15 persen di triwulan III-2024. Padahal, di triwulan sebelumnya, sektor ini hanya tumbuh 1,93 persen. Seolah berlari mengejar ketertinggalan, industri ini menjadi simbol optimisme di tengah tantangan ekonomi global.

Subsektor lainnya yang juga mencatatkan pertumbuhan positif, yakni industri tekstil dan pakaian jadi yang tumbuh sebesar 7,43 persen pada triwulan III-2024 (YoY). Meningkat dibandingkan periode triwulan I-2024 (2,64 persen), triwulan II-2024 (-0,03 persen), dan triwulan III-2023 (-2,96 persen).

Selanjutnya, industri karet, barang dari karet dan plastik, juga mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 3,46 persen pada triwulan III-2024. Pertumbuhan ini melampaui capaian pada triwulan I-2024 (-5,24 persen), triwulan II-2024 (2,13 persen), dan triwulan III-2023 (-4,34 persen).

Sementara itu, industri kimia, farmasi dan obat tradisional turut mengalami pertumbuhan positif sebesar 3,08 persen pada triwulan III-2024.

Facebook Comments Box

Penulis : debar

Editor : Ude

Sumber Berita: Indonesia.go.id

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wasekjen Projo Zulhamedy Syamsi: UU BUMN No. 19 Tahun 2025 Perkuat Akuntabilitas Publik dan Tata Kelola Korporasi
Lampu Kuning! Bappenas Sebut Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Jakarta dan Jatim Jadi Sorotan Utama
Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus
Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik
Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG
bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H
Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis
Perangi Scam! OJK Blokir 436 Ribu Rekening Penipu, Rp566 Miliar Dana Korban Diselamatkan

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 20:54 WIB

Wasekjen Projo Zulhamedy Syamsi: UU BUMN No. 19 Tahun 2025 Perkuat Akuntabilitas Publik dan Tata Kelola Korporasi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:56 WIB

Lampu Kuning! Bappenas Sebut Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Jakarta dan Jatim Jadi Sorotan Utama

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:06 WIB

Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus

Senin, 9 Maret 2026 - 20:18 WIB

Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG

Berita Terbaru

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut praktik pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dari kepala daerah kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tak hanya terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Kolom

Ketika THR Berubah Menjadi Jerat Korupsi

Selasa, 17 Mar 2026 - 11:03 WIB