Tur Lionel Messi di India Berujung Ricuh, Ketua EO Ditahan Polisi

- Redaksi

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kursi tribun dan benda-benda dilempar ke lintasan atletik setelah suporter mengamuk karena bintang sepak bola Argentina, Lionel Messi, hanya tampil 20 menit dan pergi lebih awal, ketika GOAT Tour di Stadion Salt Lake, Kolkata, India, Sabtu (13/12/2025).(AFP/DIBYANGSHU SARKAR)

Kursi tribun dan benda-benda dilempar ke lintasan atletik setelah suporter mengamuk karena bintang sepak bola Argentina, Lionel Messi, hanya tampil 20 menit dan pergi lebih awal, ketika GOAT Tour di Stadion Salt Lake, Kolkata, India, Sabtu (13/12/2025).(AFP/DIBYANGSHU SARKAR)

Kolkata, India, Mevin.ID — Tur Lionel Messi di India yang digadang-gadang sebagai perayaan sepak bola dunia justru berakhir ricuh. Aparat kepolisian India menahan ketua penyelenggara acara (event organizer/EO), Satadru Dutta, setelah kemarahan suporter meledak akibat singkatnya kehadiran Messi di Stadion Salt Lake, Kolkata.

Megabintang Argentina itu hanya tampil sekitar 20 menit, jauh dari ekspektasi ribuan penonton yang telah membayar mahal untuk menyaksikannya secara langsung dalam agenda GOAT India Tour 2025, Sabtu (13/12).

Direktur Jenderal Kepolisian Negara Bagian Bengal Barat, Rajiv Kumar, memastikan penyelidikan resmi telah dimulai. Polisi juga menyebut pihak EO telah memberikan jaminan tertulis terkait pengembalian dana (refund) kepada pemegang tiket.

“Ketua penyelenggara sudah ditahan. Investigasi berjalan dan siapa pun yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban,” kata Kumar.

Kekacauan Dimulai Sejak Messi Turun ke Lapangan

Kericuhan bermula saat Messi memasuki stadion untuk menyapa penggemar. Rencana sederhana itu berubah kacau ketika lapangan dipenuhi pejabat, politisi, selebritas, serta tamu VVIP yang berebut mendekati Messi.

Situasi makin tidak terkendali setelah Messi dikerumuni aparat pengamanan dan paparazi. Demi alasan keselamatan, tim pengamanan akhirnya mengevakuasi Messi lebih cepat, sehingga sang bintang hanya berada di lapangan selama 20 menit.

Keputusan tersebut memicu kemarahan penonton yang merasa ditipu.

Suporter Mengamuk, Stadion Rusak

Ribuan suporter yang membeli tiket dengan harga 5.000 hingga 15.000 rupee (sekitar Rp900 ribu–Rp2,7 juta) meluapkan kekecewaan dengan merusak fasilitas stadion dan melempar botol ke arah lapangan.

“Saya datang untuk melihat Messi, bukan politisi,” ujar salah satu penonton kepada media lokal.
Suporter lain mengaku menghabiskan gaji bulanan demi membawa anaknya melihat sang idola, namun justru pulang dengan rasa kecewa.

Aparat keamanan akhirnya turun tangan untuk mengendalikan situasi dan mengevakuasi area stadion.

Kelanjutan Tur Messi Dipertanyakan

Kolkata merupakan kota pertama dari rangkaian tur Messi di India yang dijadwalkan berlanjut ke Hyderabad, Mumbai, dan New Delhi, dengan agenda mulai dari coaching clinic hingga kegiatan amal.

Namun insiden ini menimbulkan tanda tanya besar soal kesiapan, keamanan, dan profesionalisme penyelenggara di kota-kota berikutnya. Hingga kini, pihak EO belum memberikan pernyataan resmi terkait kemungkinan perubahan jadwal tur Messi selanjutnya.

Kekacauan ini menjadi ironi, mengingat India dikenal sebagai salah satu negara dengan basis penggemar sepak bola terbesar di Asia, meski kriket masih menjadi olahraga utama secara nasional.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Online Scam Kamboja Bubar, Ribuan WNI Serbu KBRI Phnom Penh Minta Pulang
Waspada! BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem: DKI Jakarta dan Banten Berstatus ‘Awas’
Dugaan Jual-Beli Jabatan, Sekda Kabupaten Bekasi Diperiksa KPK Terkait Suap Ijon Proyek
Viral dan Kocak! Warga Ciracas Ngadu Longsor ke Dedi Mulyadi, Netizen: “Tong ka Pak Dedi, ka Si Doel Atuh!”
Semua Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan, Kerja Berat Tim SAR Gabungan Terbayar
Tragedi Tambang Emas Pongkor: 11 Penambang Tewas Akibat Gas Beracun, Korban Berhasil Dievakuasi
KPK Panggil Eks Menpora Dito Terkait Kasus Kuota Haji: ‘Nyanyian’ Islah Bahrawi akankah Terbukti?
BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem: Banten Berpotensi Hujan Lebat & Angin Kencang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 18:03 WIB

Waspada! BMKG Terbitkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem: DKI Jakarta dan Banten Berstatus ‘Awas’

Sabtu, 24 Januari 2026 - 11:29 WIB

Dugaan Jual-Beli Jabatan, Sekda Kabupaten Bekasi Diperiksa KPK Terkait Suap Ijon Proyek

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:30 WIB

Viral dan Kocak! Warga Ciracas Ngadu Longsor ke Dedi Mulyadi, Netizen: “Tong ka Pak Dedi, ka Si Doel Atuh!”

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:00 WIB

Semua Korban Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan, Kerja Berat Tim SAR Gabungan Terbayar

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:33 WIB

Tragedi Tambang Emas Pongkor: 11 Penambang Tewas Akibat Gas Beracun, Korban Berhasil Dievakuasi

Berita Terbaru