SERANG, Mevin.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang melaporkan bahwa hingga Minggu (1/2) pagi, banjir masih merendam sejumlah titik di empat kecamatan. Meskipun beberapa wilayah lain mulai kondusif, ribuan warga dilaporkan masih bertahan di pengungsian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru hingga pukul 09.00 WIB, wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Binuang, Carenang, Tanara, dan Anyer.
Rincian Ketinggian Air di Wilayah Terdampak
Kondisi Tinggi Muka Air (TMA) di lapangan terpantau sangat bervariasi, dengan titik terdalam mencapai 80 sentimeter. Berikut adalah rincian kondisinya:
-
Kecamatan Tanara (Desa Tanara): Ketinggian air berkisar 15 – 80 cm.
-
Kecamatan Carenang (Perumahan Grand Mekarsari): Genangan air setinggi 5 – 70 cm.
-
Kecamatan Binuang: Kondisi fluktuatif; di Desa Cakung air kembali naik (10–40 cm), sementara di Perumahan Green Harmony mulai surut (30–60 cm).
-
Kecamatan Anyer (Desa Kosambironyok): Banjir berangsur surut dengan sisa ketinggian 5 – 25 cm.
Status Tanggap Darurat dan Data Pengungsi
Akibat meluapnya air yang merendam pemukiman, sebanyak 1.161 jiwa (304 KK) terpaksa mengungsi. Para pengungsi saat ini tersebar di beberapa posko darurat di wilayah Binuang, Carenang, dan Tanara.
Pemerintah Kabupaten Serang secara resmi telah menetapkan Status Tanggap Darurat guna mempercepat penanganan bencana hidrometeorologi ini.
“Kami terus melakukan pemantauan lanjutan, pemenuhan kebutuhan dasar korban, serta menyiagakan alat penyedot air di lokasi yang memungkinkan,” kata Ajat Sudrajat dalam keterangannya, Minggu.
Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 2 Februari
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Serang bagian timur, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Berdasarkan prakiraan cuaca, potensi cuaca ekstrem masih menghantui wilayah tersebut setidaknya hingga Senin, 2 Februari 2026.
Masyarakat diminta segera melaporkan jika terjadi kenaikan debit air yang signifikan di lingkungan masing-masing guna langkah evakuasi dini.***
Editor : Bar Bernad
Sumber Berita: Antara


























