Update Banjir Sumatera: Korban Jiwa Tembus 1.090 Orang, 186 Warga Masih Dinyatakan Hilang

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir bandang dan longsor terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. (AFP/ADITYA AJI)

Banjir bandang dan longsor terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. (AFP/ADITYA AJI)

Jakarta, Mevin.ID – Korban jiwa akibat bencana banjir besar yang melanda wilayah Sumatera terus bertambah. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (20/12/2025), total korban meninggal dunia kini mencapai 1.090 orang.

Angka ini mengalami kenaikan sebanyak 19 jiwa dibandingkan data hari sebelumnya yang berjumlah 1.071 orang.

Sebaran Korban Meninggal dan Hilang

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merinci bahwa Provinsi Aceh masih menjadi wilayah dengan dampak paling parah. Berikut adalah rincian data korban meninggal dunia:

  • Aceh: 472 jiwa meninggal dunia.
  • Sumatera Utara: 370 jiwa meninggal dunia.
  • Sumatera Barat: 248 jiwa meninggal dunia.

Selain korban meninggal, tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 186 orang yang dilaporkan hilang. rinciannya mencakup 32 orang di Aceh, 72 orang di Sumatera Utara, dan 82 orang di Sumatera Barat.

Jumlah Pengungsi Mulai Menurun

Meski jumlah korban jiwa meningkat, BNPB melaporkan adanya penurunan jumlah pengungsi. Saat ini, tercatat ada 510.528 orang yang masih bertahan di posko pengungsian, berkurang sekitar 16.340 orang dari hari sebelumnya.

Penurunan ini disebabkan oleh sejumlah warga yang mulai kembali ke kediaman masing-masing untuk membersihkan rumah seiring dengan surutnya air di beberapa titik.

“Pengungsi paling banyak masih terkonsentrasi di Aceh dengan jumlah 483.691 orang, diikuti Sumatera Utara 17.759 orang, dan Sumatera Barat 9.076 orang,” ujar Abdul Muhari.

Penanganan di Lapangan

Pemerintah pusat melalui kementerian terkait dilaporkan terus mempercepat distribusi bantuan dan pembangunan hunian sementara (Huntara). Di sisi lain, isu mengenai kecepatan penanganan dan status bencana nasional masih menjadi sorotan publik dan kalangan politik.

Meski demikian, BNPB memastikan negara hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas di posko-posko pengungsian yang masih tersebar di tiga provinsi terdampak.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bandara Kertajati “Sakit-sakitan”, Angkasa Pura Buka Suara Usai Disentil Dedi Mulyadi
Ekonomi Iran Runtuh, Mata Uang Rial Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah
Komisi I DPR Desak Kemlu RI Gerak Cepat Tangani Bajak Laut Penculik ABK WNI Gabon
Kisah Heroik TNI Tumpas Bajak Laut Somalia Penyandera ABK WNI Kapal MV Sinar Kudus 
Bajak Laut Culik WNI ABK di Perairan Gabon, Kemlu RI Upayakan Penyelamatan 
KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak, Buntut Kasus Suap Pajak Tambang Rp4 Miliar
KPK Periksa Anggota DPRD yang Terseret Kasus Suap Bupati Bekasi Ade Kuswara
Sistem Rujukan Berjenjang Dihapus, Pasien JKN Bisa Langsung ke RS Paling Kompeten

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:41 WIB

Bandara Kertajati “Sakit-sakitan”, Angkasa Pura Buka Suara Usai Disentil Dedi Mulyadi

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:34 WIB

Ekonomi Iran Runtuh, Mata Uang Rial Anjlok ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:00 WIB

Komisi I DPR Desak Kemlu RI Gerak Cepat Tangani Bajak Laut Penculik ABK WNI Gabon

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:00 WIB

Kisah Heroik TNI Tumpas Bajak Laut Somalia Penyandera ABK WNI Kapal MV Sinar Kudus 

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:13 WIB

Bajak Laut Culik WNI ABK di Perairan Gabon, Kemlu RI Upayakan Penyelamatan 

Berita Terbaru