JAKARTA, Mevin.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data terbaru terkait dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera. Hingga Selasa (6/1/2026), total korban meninggal dunia dilaporkan telah mencapai 1.178 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa angka tersebut mengalami peningkatan setelah ditemukan satu korban tambahan di wilayah Tapanuli Tengah.
“Per hari ini Selasa, masih ada penambahan dari Tapanuli Tengah satu jiwa, sehingga total korban menjadi 1.178 jiwa,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur.
Data Pengungsi dan Korban Hilang
Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat data krusial lainnya terkait dampak sosial bencana ini:
- Korban Hilang: 147 jiwa (tidak ada penambahan dari data sebelumnya).
- Korban Mengungsi: 242.174 jiwa yang tersebar di berbagai titik posko bantuan.
Pemerintah menegaskan bahwa proses pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus diupayakan secara maksimal, terutama di daerah-daerah yang hingga saat ini masih menetapkan status tanggap darurat.
Presiden Prabowo Fokus pada Percepatan Rehabilitasi
Bencana besar ini menjadi perhatian serius Kepala Negara. Bertempat di kediamannya di Hambalang, Bogor, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus guna membahas langkah pemulihan pascabencana.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa fokus utama Presiden adalah mempercepat proses rekonstruksi dan rehabilitasi di tiga provinsi terdampak paling parah, yakni:
- Aceh
- Sumatera Utara (Sumut)
- Sumatera Barat (Sumbar)
“Bapak Presiden memberikan penekanan soal penanganan bencana di seluruh Indonesia. Fokusnya adalah percepatan pemulihan infrastruktur dan fasilitas warga di wilayah terdampak,” jelas Prasetyo.
Penanganan Lintas Kementerian
Dalam pertemuan tertutup tersebut, sejumlah pejabat tinggi turut hadir untuk mengoordinasikan bantuan, di antaranya Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Sebagai langkah nyata di lapangan, TNI AD juga telah dikerahkan untuk membantu percepatan pemulihan dengan mengirimkan 28 alat berat dan menargetkan pembangunan kembali jembatan-jembatan yang putus akibat terjangan banjir.***


























