Update BNPB, Korban Meninggal Banjir & Longsor Sumatera Tembus 1.068 Jiwa, 147 Ribu Rumah Rusak

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak bencana di Aceh Tamiang (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Dampak bencana di Aceh Tamiang (Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Jakarta, Mevin.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data memilukan terkait bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menghantam tiga provinsi di Pulau Sumatera. Hingga Jumat (19/12/2025) pukul 08.00 WIB, skala dampak bencana ini tercatat meluas secara signifikan.

Korban Jiwa dan Warga Hilang

Data terbaru mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 1.068 jiwa. Selain itu, tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap 190 orang yang dinyatakan hilang. Sementara itu, tercatat sebanyak 7.000 warga mengalami luka-luka dan sedang dalam penanganan medis.

Wilayah dengan tingkat kematian tertinggi terkonsentrasi di beberapa titik, antara lain:

  • Aceh Utara: 169 jiwa meninggal dunia.

  • Tapanuli Tengah: 131 jiwa meninggal dunia.

  • Tapanuli Selatan: 87 jiwa meninggal dunia. (Data wilayah lainnya masih terus divalidasi).

Kerusakan Infrastruktur Masif

Bencana ini melanda 52 kabupaten/kota dan menghancurkan pemukiman warga dalam skala besar. BNPB mencatat total 147.236 rumah rusak, dengan rincian kategori sebagai berikut:

  • Rusak Berat: 44.051 unit

  • Rusak Sedang: 29.809 unit

  • Rusak Ringan: 73.376 unit

Tak hanya rumah tinggal, fasilitas publik pun lumpuh. Sebanyak 1.600 fasilitas umum, 145 jembatan, serta ratusan gedung perkantoran, fasilitas kesehatan (219 unit), dan sekolah (967 unit) dilaporkan mengalami kerusakan serius.

Krisis Pengungsi

Jumlah warga yang harus meninggalkan rumah mereka mencapai angka yang sangat besar. Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan konsentrasi pengungsi terbanyak yakni 166.900 jiwa, disusul oleh Aceh Tamiang dengan 159.700 jiwa.

Pemerintah terus berupaya menyalurkan bantuan logistik ke posko-posko pengungsian tersebut, meskipun akses transportasi ke beberapa titik masih terhambat oleh kerusakan jembatan dan material longsor.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Suap Proyek Pemkab Bekasi: KPK Duga Anggota DPRD Nyumarno Terima Aliran Dana Rp600 Juta
Waspada! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan, Wilayah Ini Berstatus Siaga
Iran Membara: Korban Jiwa Tembus 2.000 Orang, Khamenei Tuding AS di Balik Kekacauan
Program MBG Jadi Perhatian Global, Jepang Tawarkan Program Magang untuk Siswa SMK
Jokowi Soal Pertemuan dengan Eggi Sudjana: Silaturahmi Lebih Penting dari Perdebatan Maaf
BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Kawasan Batugamping, Cermati Penjelasannya
Usai Digeledah KPK, Menkeu Purbaya Ancam Tendang Pegawai Pajak Korup ke Daerah Terpencil
Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran, Perpemindo Gandeng Platindo Siapkan PMI Kompeten dan Bermartabat

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 21:49 WIB

Kasus Suap Proyek Pemkab Bekasi: KPK Duga Anggota DPRD Nyumarno Terima Aliran Dana Rp600 Juta

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:31 WIB

Iran Membara: Korban Jiwa Tembus 2.000 Orang, Khamenei Tuding AS di Balik Kekacauan

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:56 WIB

Program MBG Jadi Perhatian Global, Jepang Tawarkan Program Magang untuk Siswa SMK

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:04 WIB

Jokowi Soal Pertemuan dengan Eggi Sudjana: Silaturahmi Lebih Penting dari Perdebatan Maaf

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:58 WIB

BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Kawasan Batugamping, Cermati Penjelasannya

Berita Terbaru