Update Kasus Cempaka Putih: 3 Pelajar Penyiram Cairan Kimia Ditangkap, Polisi Sebut Korban Dipilih Secara Acak

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Teka-teki pelaku penyiraman di Cempaka Putih Barat akhirnya terkuak. Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengamankan tiga orang pelajar yang diduga kuat menjadi dalang di balik aksi meresahkan yang terekam kamera dan viral di media sosial tersebut.

Tiga pelaku yang masing-masing berinisial A, D, dan F ditangkap oleh pihak kepolisian pada Minggu (8/2). Saat ini, ketiganya tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif di balik tindakan nekat mereka.

Bukan Air Keras, Tapi Cairan Kimia Berbahaya

Dalam keterangan terbaru, pihak kepolisian memberikan klarifikasi terkait jenis cairan yang digunakan pelaku. Meski dampak yang ditimbulkan pada korban sangat menyakitkan, hasil identifikasi menunjukkan bahan tersebut bukan merupakan air keras murni.

“Perlu dijelaskan sebenarnya cairan tersebut bukan air keras, tetapi cairan bahan kimia,” ungkap Kompol Rita Oktavia, Kasat Reserse PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (10/2).

Motif “Random”: Pelaku dan Korban Tidak Saling Kenal

Fakta mengejutkan terungkap dari hasil pemeriksaan awal. Polisi menyebutkan bahwa antara pelaku dan korban tidak memiliki hubungan pertemanan maupun masalah pribadi sebelumnya. Para pelaku mengakui bahwa aksi penyiraman tersebut dilakukan secara acak (random).

“Antara pelaku dan korban tidak saling mengenal. Dan pelaku mengakui menyiram korbannya secara acak,” tambah Kompol Rita.

Kronologi Aksi Brutal di Jalanan

Berdasarkan rekaman video yang menjadi kunci penyelidikan, ketiga pelaku yang berboncengan satu motor terlihat sudah menyiapkan cairan kimia tersebut. Saat melihat motor korban melaju dari arah berlawanan, pelaku langsung memotong jalur dan menyiramkan cairan kimia ke arah wajah korban.

Akibat aksi tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian mata. Dalam rekaman, korban terlihat memegang matanya karena rasa perih yang luar biasa, sementara para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat mengingat status para pelaku yang masih di bawah umur. Polisi terus mendalami asal-usul cairan kimia yang digunakan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Update OTT Cilacap: KPK Sita Sejumlah Uang Tunai
Badai OTT di Cilacap: KPK Amankan Bupati Syamsul Auliya dan 26 Orang Lainnya
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen
DK PBB Memanas! AS Bentrok dengan Rusia-China Soal Nuklir Iran
BREAKING NEWS : KPK Gelar OTT di Cilacap, Bupati Syamsul Auliya Rachman Diamankan
Babak Akhir Polemik Ijazah Jokowi: Usai Bertemu Wapres Gibran, Rismon Sianipar Akui Temuannya Keliru
Ujian Kesabaran Jokowi: Rekonsiliasi atau Penegakan Hukum dalam Kasus Rismon Sianipar?
687 Orang Tewas Akibat Serangan Israel, Termasuk 98 Anak-Anak dan Paramedis

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:43 WIB

Update OTT Cilacap: KPK Sita Sejumlah Uang Tunai

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:40 WIB

Badai OTT di Cilacap: KPK Amankan Bupati Syamsul Auliya dan 26 Orang Lainnya

Jumat, 13 Maret 2026 - 19:48 WIB

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:05 WIB

DK PBB Memanas! AS Bentrok dengan Rusia-China Soal Nuklir Iran

Jumat, 13 Maret 2026 - 16:57 WIB

BREAKING NEWS : KPK Gelar OTT di Cilacap, Bupati Syamsul Auliya Rachman Diamankan

Berita Terbaru

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12/2025). ANTARA/Rio Feisal.

Berita

Update OTT Cilacap: KPK Sita Sejumlah Uang Tunai

Jumat, 13 Mar 2026 - 20:43 WIB