JAKARTA, Mevin.ID – Teka-teki pelaku penyiraman di Cempaka Putih Barat akhirnya terkuak. Jajaran Polres Metro Jakarta Pusat berhasil mengamankan tiga orang pelajar yang diduga kuat menjadi dalang di balik aksi meresahkan yang terekam kamera dan viral di media sosial tersebut.
Tiga pelaku yang masing-masing berinisial A, D, dan F ditangkap oleh pihak kepolisian pada Minggu (8/2). Saat ini, ketiganya tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif di balik tindakan nekat mereka.
Bukan Air Keras, Tapi Cairan Kimia Berbahaya
Dalam keterangan terbaru, pihak kepolisian memberikan klarifikasi terkait jenis cairan yang digunakan pelaku. Meski dampak yang ditimbulkan pada korban sangat menyakitkan, hasil identifikasi menunjukkan bahan tersebut bukan merupakan air keras murni.
“Perlu dijelaskan sebenarnya cairan tersebut bukan air keras, tetapi cairan bahan kimia,” ungkap Kompol Rita Oktavia, Kasat Reserse PPA dan PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (10/2).
Motif “Random”: Pelaku dan Korban Tidak Saling Kenal
Fakta mengejutkan terungkap dari hasil pemeriksaan awal. Polisi menyebutkan bahwa antara pelaku dan korban tidak memiliki hubungan pertemanan maupun masalah pribadi sebelumnya. Para pelaku mengakui bahwa aksi penyiraman tersebut dilakukan secara acak (random).
“Antara pelaku dan korban tidak saling mengenal. Dan pelaku mengakui menyiram korbannya secara acak,” tambah Kompol Rita.
Kronologi Aksi Brutal di Jalanan
Berdasarkan rekaman video yang menjadi kunci penyelidikan, ketiga pelaku yang berboncengan satu motor terlihat sudah menyiapkan cairan kimia tersebut. Saat melihat motor korban melaju dari arah berlawanan, pelaku langsung memotong jalur dan menyiramkan cairan kimia ke arah wajah korban.
Akibat aksi tersebut, korban mengalami luka serius pada bagian mata. Dalam rekaman, korban terlihat memegang matanya karena rasa perih yang luar biasa, sementara para pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Pusat mengingat status para pelaku yang masih di bawah umur. Polisi terus mendalami asal-usul cairan kimia yang digunakan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.***


























