BANDUNG BARAT, Mevin.ID – Hari ketiga operasi pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tambahan sembilan kantong jenazah pada Senin (26/1/2026).
Dengan demikian total korban tewas yang ditemukan hingga saat ini mencapai 34 orang.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar hari ini menerima 9 kantong jenazah, terdiri dari 8 jenazah utuh dan 1 bagian tubuh.
“Dari total 34 kantong jenazah itu, 20 kantong jenazah sudah teridentifikasi. Karena 20 sudah teridentifikasi, maka masih ada 14 jenazah lagi yang sedang diidentifikasi,” kata Hendra.
Operasi pencarian yang dimulai pukul 07.00 WIB sempat terhenti sekitar pukul 10.00 WIB akibat hujan deras yang mengguyur lokasi bencana, namun kemudian dilanjutkan kembali beberapa jam kemudian.
Proses identifikasi korban menghadapi tantangan berat, mengingat beberapa jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Empat kantong jenazah dikirim ke RSUD Cibabat dan empat lainnya ke RS Sartika Asih untuk penanganan identifikasi DNA. Sisanya masih berada di Pos DVI untuk pemeriksaan postmortem dan antemortem.
“Apabila diperlukan DNA, maka ada proses perbandingan dengan keluarganya. Ada juga kemungkinan bagian tubuh tersebut masih bisa dikenali melalui sidik jari. Namun untuk bagian tubuh tertentu memang kita mengalami kesulitan,” jelas Hendra.
Longsor yang menerjang Kampung Pasir Kuda dan Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Cisarua, pada Sabtu (24/1) dini hari itu telah menyapu setidaknya 30 rumah.
Luas area terdampak diperkirakan mencapai 26 hektare di kaki Gunung Burangrang. Operasi kemanusiaan untuk mencari korban yang masih dinyatakan hilang terus dilakukan di tengah kondisi medan yang berat dan cuaca yang tidak menentu.***
Editor : Atep K


























