BANDUNG BARAT, Mevin.ID – Memasuki hari kedua proses evakuasi, data korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus bertambah.
Hingga Sabtu (24/1/2026) siang, dilaporkan sebanyak 111 warga dinyatakan hilang dan belum terlacak keberadaannya.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, mengonfirmasi bahwa ratusan jiwa yang hilang tersebut berasal dari 34 Kepala Keluarga (KK).
Hingga pukul 13.00 WIB, tim gabungan telah menemukan delapan orang korban dalam kondisi meninggal dunia.
Permukiman Terkubur Material Tanah
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, yang meninjau lokasi menyatakan bahwa longsoran tanah telah menimbun hampir seluruh rumah warga di dua wilayah terdampak:
- Kampung Pasir Kuning (RT 05/RW 11).
- Kampung Pasir Kuda (RT 05/RW 11).
”Hampir semuanya tertimbun. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan relawan untuk melakukan penanganan darurat dan pemantauan kondisi tanah,” ujar Asep Ismail.
Kondisi Pengungsian dan Kebutuhan Mendesak
Sebanyak 23 warga yang berhasil selamat kini telah direlokasi ke kantor desa setempat guna mengantisipasi adanya longsor susulan akibat cuaca ekstrem.
Pihak pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi mulai terpenuhi secara bertahap di lokasi pengungsian.
Namun, pihak Pemerintah Desa Pasirlangu menekankan adanya beberapa kebutuhan yang sangat mendesak saat ini, antara lain:
- Dukungan anggaran kebencanaan untuk penanganan darurat awal tahun.
- Bantuan sembako untuk memenuhi konsumsi harian keluarga terdampak.
Penyebab dan Tindakan Lanjut
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat menyoroti alih fungsi lahan di kawasan tersebut yang kini didominasi kebun sayur dan bunga sebagai salah satu pemicu labilnya tanah.
Saat ini, Pemkab Bandung Barat telah menetapkan Status Darurat Bencana untuk mempercepat proses evakuasi dan penyaluran bantuan bagi ratusan warga yang masih tertimbun.***
Editor : Bar Bernad


























