BANDUNG BARAT, Mevin.ID – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung lokasi bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026).
Kehadiran Wapres bertujuan memastikan proses evakuasi berjalan maksimal di tengah kendala cuaca ekstrem.
Identifikasi Korban: 12 Kantong Jenazah Diterima
Hingga Minggu siang, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat melaporkan telah menerima 12 kantong jenazah dari lokasi longsor. Dari jumlah tersebut, enam korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Adapun identitas enam korban yang telah teridentifikasi adalah sebagai berikut:
- Suryana (57 tahun)
- Jajang Tarta (35 tahun)
- Dadang Apung (60 tahun)
- Nining (40 tahun)
- Nurhayati (42 tahun)
- M. Kori (30 tahun) — teridentifikasi melalui bagian tubuh.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa sisa kantong jenazah lainnya saat ini masih dalam proses identifikasi mendalam oleh tim DVI Polri.
Kendala Evakuasi: Angin Kencang dan Tanah Labil
Proses pencarian korban di Kampung Pasirkuning dan Pasir Kuda menghadapi tantangan berat. Pelaksana Harian Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Mamang Fatmono, menyebutkan bahwa teknologi drone belum bisa dikerahkan secara optimal.
“Angin kencang dan hujan lebat menghambat operasional pemantauan udara. Selain itu, kondisi tanah yang masih labil dan timbunan lumpur yang tebal menyulitkan alat berat untuk bermanuver,” jelas Mamang.
Usulan Relokasi dan Kawasan Hutan
Melihat topografi wilayah yang rawan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan langkah radikal untuk mencegah tragedi serupa di masa depan. Dedi mengusulkan agar kawasan terdampak di Cisarua dialihfungsikan menjadi kawasan hutan.
“Kontur perbukitan yang didominasi kebun sayuran sangat rentan memicu longsor. Kami mengusulkan warga terdampak untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan jangka panjang,” ujar Dedi Mulyadi.
Kronologi Singkat
Bencana ini bermula pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Material longsor yang membawa lumpur dari lereng Gunung Burangrang menerjang pemukiman saat warga terlelap.
Sedikitnya 30 rumah dilaporkan rata dengan tanah, berdampak pada 113 jiwa dari 34 Kepala Keluarga (KK).***
Editor : Bar Bernad


























