CISARUA, Mevin.ID – Tim SAR Gabungan kembali melaporkan penambahan jumlah temuan jenazah dalam operasi pencarian bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026). Hingga sore ini, total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi mencapai 19 orang.
Meski beberapa jenazah telah ditemukan, tugas berat masih menanti tim di lapangan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 72 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsoran yang sangat luas.
Ancaman Longsor Susulan di Lokasi
Proses pencarian hari ini tidak berjalan mulus. Cuaca yang tidak menentu dan kondisi tanah yang sangat labil memicu terjadinya beberapa kali longsor susulan di wilayah zona pencarian.
Iwan, salah seorang relawan SAR yang bertugas di titik evakuasi, menyebutkan bahwa pergerakan tanah masih terus terjadi sehingga membahayakan nyawa petugas.
“Masih terjadi longsor susulan di wilayah pencarian. Hal ini membuat tim harus ekstra hati-hati. Gerak alat berat terpaksa kami batasi agar tidak memicu pergeseran tanah yang lebih besar,” ungkap Iwan kepada media, Minggu (25/1).
Strategi Pencarian Diperketat
Guna menjaga keselamatan personel, Tim SAR kini menerapkan sistem pemantauan area atas (safety officer) yang bertugas memberikan peringatan dini jika terlihat adanya pergerakan tanah saat alat berat bekerja.
Penggunaan alat berat tetap diprioritaskan untuk membuka akses poin-poin yang diduga terdapat kerumunan korban, namun frekuensi penggunaannya dikurangi di titik-titik yang dinilai paling rawan longsor susulan.
Data Terkini Musibah Longsor Cisarua:
-
Korban Meninggal (Dievakuasi): 19 Orang
-
Korban Hilang: 72 Orang
-
Kondisi Lapangan: Tanah labil, risiko longsor susulan tinggi.
-
Fokus Operasi: Pencarian manual dan terbatas dengan alat berat.
Pihak berwenang mengimbau warga dan relawan yang tidak berkepentingan untuk menjauhi zona merah demi kelancaran alat transportasi medis dan keselamatan bersama.***
Editor : Bar Bernad


























