JAKARTA, Mevin.ID – Presiden Prabowo Subianto langsung tancap gas setibanya di Tanah Air. Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja ke lima negara, Presiden menggelar rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya, Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat sore (27/2/2026).
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa agenda ini dilakukan segera setelah Presiden mendarat di Jakarta pada Jumat pagi.
“Hari ini nanti sore beliau akan melaksanakan rapat terbatas, menjelang berbuka puasa sekitar jam empat. Kemudian rapat terbatas sampai berbuka, nanti disambung lagi. Lokasinya di Kertanegara, namun tertutup,” ujar Teddy saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta.
Misi Perdamaian dan Diplomasi Ekonomi di AS
Lawatan maraton Presiden Prabowo dimulai pada 19-21 Februari 2026 di Amerika Serikat. Dalam agenda KTT Board of Peace perdana di Washington DC, Indonesia mempertegas komitmennya dalam mendukung perdamaian di Palestina.
Momen krusial terjadi saat pertemuan bilateral dengan Presiden AS, Donald Trump. Keduanya resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART).
Perjanjian ini menjadi angin segar bagi ekonomi nasional karena Indonesia berhasil mengamankan tarif 0% untuk 1.819 produk di pasar AS, termasuk komoditas unggulan seperti:
- Kelapa Sawit
- Kopi dan Kakao
- Komponen Elektronik
Investasi di Inggris hingga Misi Kemanusiaan di Timur Tengah
Setelah dari AS, perjalanan berlanjut ke London, Inggris pada Senin (23/2). Presiden menyaksikan kerja sama strategis antara BPI Danantara dengan Arm Limited.
Memasuki wilayah Timur Tengah pada Rabu (25/2), Presiden Prabowo menemui Raja Abdullah II di Yordania untuk membahas stabilitas di Tepi Barat serta peran Indonesia dalam Dewan Perdamaian.
Rangkaian diplomasi ini ditutup di Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis (26/2) melalui pertemuan dengan Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) guna memperkuat kemitraan strategis kedua negara.
Rapat terbatas di Kertanegara sore ini diduga kuat akan membahas laporan hasil kunjungan tersebut serta langkah taktis pemerintah dalam mengimplementasikan kesepakatan-kesepakatan internasional yang baru saja dicapai.***
Editor : Bar Bernad

























