Usia 50 Tahun, Boleh Makan Daging Kambing Saat Iduladha? Begini Kata Ahli

- Redaksi

Jumat, 6 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Mevin.ID – Perayaan Iduladha tak lengkap tanpa gulai, sate, atau tongseng kambing. Namun, bagi Anda yang telah menginjak usia 50 tahun ke atas, mungkin muncul pertanyaan:

Masih amankah makan daging kambing?

Jawabannya: Boleh, Tapi…

Menurut ahli gizi, daging kambing tetap boleh dikonsumsi oleh lansia, termasuk usia 50-an ke atas, asal dalam porsi dan cara masak yang tepat.

Kebutuhan protein hewani tetap tinggi di usia matang, terutama untuk:

  • Menjaga massa otot
  • Mendukung regenerasi sel
  • Memperkuat daya tahan tubuh

Namun konsumsi daging disarankan tidak melebihi 500 gram per minggu.

Kandungan Daging Kambing: Lebih Rendah Lemak dari Sapi & Ayam

Per 100 gram daging kambing:

Kandungan Kambing Ayam Sapi

  • Kalori 149 kkal 298 kkal 273 kkal
  • Lemak 9,2 g 25 g 22 g

Tak hanya itu, daging kambing juga mengandung:

  • Lemak tidak jenuh → baik untuk jantung
  • Asam amino esensial (lisina, treonina, triptofan) → penting untuk imunitas dan regenerasi sel

Yang Jadi Masalah: Cara Memasaknya

Daging kambing yang sehat bisa jadi ‘bom kolesterol’ jika diolah dengan cara yang salah. Hindari:

  • Digoreng dengan minyak berlebihan
  • Dimarinasi dengan margarin atau mentega
  • Dimasak dengan santan pekat dan garam tinggi

Lebih sehat jika diolah menjadi:

  • Sup bening
  • Tumisan ringan
  • Daging panggang tanpa minyak

Bijak Makan, Bukan Menghindari

Iduladha bukan tentang pantangan, tapi kesadaran akan kebutuhan tubuh sendiri. Di usia 50-an:

  • Jaga porsi makan
  • Kurangi santan dan minyak
  • Aktif bergerak (jalan kaki 30 menit sehari sudah cukup)

Nikmati hidangan daging kurban sebagai bagian dari budaya, bukan sebagai ajang ‘balas dendam kuliner’.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pulau Komodo Masuk Daftar Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi BBC
Viral Pedagang Mie Babi Pakai Peci dan Hijab di Bandung, Satpol PP Beri Teguran
Lebih dari Sekadar Peliharaan: Alasan Mengapa Kucing Diam-diam Menjaga Kesehatan Manusia
Didera Kecemasan, Mencari Validasi di Layar Kaca: Sebuah Analisis Filosofis tentang Anxious Attachment Style Sadfishing
Etomidate Resmi Masuk Narkotika Golongan II, Pengguna Vape Bisa Dipidana
Danau Singkarak Kelabu: Kayu Gelondongan Tutupi Ikon Wisata Sumatera Barat
Mengapa Banyak Warga RI Memilih Berobat ke Singapura? Menkes: Bukan Cuma Soal Harga
Climbing Festival 2025: Menjaga Nafas Terakhir Karst Citatah, Rumah Tua Para Pemanjat Indonesia

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 16:09 WIB

Pulau Komodo Masuk Daftar Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi BBC

Senin, 15 Desember 2025 - 12:51 WIB

Viral Pedagang Mie Babi Pakai Peci dan Hijab di Bandung, Satpol PP Beri Teguran

Minggu, 14 Desember 2025 - 12:16 WIB

Lebih dari Sekadar Peliharaan: Alasan Mengapa Kucing Diam-diam Menjaga Kesehatan Manusia

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:53 WIB

Didera Kecemasan, Mencari Validasi di Layar Kaca: Sebuah Analisis Filosofis tentang Anxious Attachment Style Sadfishing

Jumat, 12 Desember 2025 - 11:43 WIB

Etomidate Resmi Masuk Narkotika Golongan II, Pengguna Vape Bisa Dipidana

Berita Terbaru