Utang Luar Negeri Indonesia Tembus US$ 431,7 Miliar di Akhir 2025, BI: Struktur Tetap Sehat

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan uang hasil korupsi Surya Darmadi yang disita pihak Kejaksaan./ dok tangkapan layar Youtube Kejaksaan RI

i

Penampakan uang hasil korupsi Surya Darmadi yang disita pihak Kejaksaan./ dok tangkapan layar Youtube Kejaksaan RI

JAKARTA, Mevin.ID – Bank Indonesia (BI) merilis data terbaru mengenai posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV-2025. Tercatat, angka ULN Indonesia berada di level US$ 431,7 miliar atau sekitar Rp 7.298 triliun (asumsi kurs Rp 16.906).

Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan posisi pada triwulan III-2025 yang sebesar US$ 427,6 miliar. Kenaikan ini terutama dipicu oleh penambahan utang di sektor publik.

Kepercayaan Investor dan Aliran Modal Asing

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa peningkatan ULN pemerintah yang kini mencapai US$ 214,3 miliar dipengaruhi oleh derasnya aliran modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

“Hal ini seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,” jelas Denny dalam keterangan resminya, Kamis (19/2/2026).

Rincian dan Penggunaan ULN Pemerintah

Pemerintah memastikan bahwa ULN dikelola secara akuntabel untuk mendanai sektor-sektor produktif dan sosial. Berikut adalah rincian sektor utama yang didukung oleh ULN pemerintah:

Sektor Prioritas Pangsa (%)
Jasa Kesehatan & Kegiatan Sosial 22,1%
Administrasi Pemerintah, Pertahanan & Jaminan Sosial 19,8%
Jasa Pendidikan 16,2%
Konstruksi 11,7%
Transportasi & Pergudangan 8,6%

Menariknya, 99,99% dari ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang, yang menunjukkan risiko gagal bayar jangka pendek yang sangat minim.

ULN Swasta Justru Menurun

Berbeda dengan sektor publik, ULN swasta tercatat mengalami penurunan menjadi US$ 192,8 miliar. Tren penurunan ini dipicu oleh berkurangnya utang dari perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations).

Sektor industri pengolahan serta jasa keuangan masih mendominasi pangsa ULN swasta dengan total kontribusi mencapai 79,9%.

Indikator Kesehatan Ekonomi

BI menegaskan bahwa meskipun secara nominal naik, rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap terjaga di angka 29,9%. Struktur ini dinilai sehat karena didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa 85,7% dari total keseluruhan.

“BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkas Denny.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus
Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik
Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG
bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H
Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis
Perangi Scam! OJK Blokir 436 Ribu Rekening Penipu, Rp566 Miliar Dana Korban Diselamatkan
Selat Hormuz Ditutup, Pemerintah Percepat Impor Minyak dari AS; Projo Apresiasi Langkah Cepat
Kelas Menengah Indonesia Menyusut, Ekonomi RI Dibayangi ‘Tepi Ketidakpastian’

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:06 WIB

Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus

Senin, 9 Maret 2026 - 20:18 WIB

Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:40 WIB

bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:04 WIB

Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru