Utang Pinjol Tembus Rp 90,99 Triliun, Sinyal Darurat Literasi Keuangan Masyarakat

- Redaksi

Minggu, 9 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor OJK Jakarta (Foto : Istimewa)

Kantor OJK Jakarta (Foto : Istimewa)

Jakarta, Mevin.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akumulasi pembiayaan pinjaman online (pinjol) di Indonesia menembus Rp 90,99 triliun hingga September 2025.

Lonjakan 22,16% secara tahunan ini mengindikasikan semakin banyak masyarakat yang bergantung pada pendanaan digital di tengah tekanan ekonomi.

Namun, pertumbuhan itu disertai peningkatan risiko. Tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari (TWP90) kini mencapai 2,82%, naik 44 basis poin dibanding periode sama tahun lalu.

OJK menilai peningkatan kredit macet tak sekadar dipicu oleh lesunya kondisi ekonomi peminjam, tetapi juga adanya oknum peminjam yang sengaja tak berniat mengembalikan dana.

“Kami mengimbau masyarakat lebih bijak memanfaatkan layanan pendanaan digital, termasuk tidak mengambil langkah untuk sengaja tidak membayar utang,” ujar Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, dalam keterangan resminya.

Literasi Keuangan Masih Jadi PR Besar

Meski pinjol semakin menjadi sumber pendanaan mudah dan cepat, rendahnya literasi keuangan membuat sebagian masyarakat terjebak dalam lingkaran utang konsumtif. Apalagi, pinjaman daring tetap tumbuh jauh di atas industri multifinance yang hanya naik 1,07% dan perbankan 7,42%.

OJK telah memperketat regulasi, termasuk mewajibkan penyelenggara pinjol menjadi pelapor SLIK mulai 31 Juli 2025 untuk mencegah peminjam “loncat platform”.

Ancaman Krisis Utang Rumah Tangga

Pengamat menilai, jika tren ini berlanjut, Indonesia bisa menghadapi krisis utang rumah tangga yang membebani pemulihan ekonomi dan memicu persoalan sosial seperti penagihan ilegal hingga kasus bunuh diri akibat jeratan pinjol.

Masyarakat diimbau hanya menggunakan pinjol untuk kebutuhan produktif, sekaligus meningkatkan literasi keuangan agar tak terjebak dalam ilusi kemudahan pendanaan jangka pendek.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga
Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”
Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko
1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi
Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton
Majalengka, Dapur Bibit Nasional yang Menopang Mimpi Besar Indonesia Hijau
Jejak Luka di Batang Toru: Menteri LH Hentikan Operasi 3 Perusahaan di Hulu DAS, Termasuk BUMN
Menkeu Purbaya Tegas Tolak Usulan Penghapusan Pajak BUMN dari Rosan Roeslani
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 14 Desember 2025 - 19:27 WIB

ITENAS Resmikan Bio-CNG dari Limbah Ternak, Dari Hibah Riset Hingga Energi Murah untuk Warga

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:39 WIB

Inovasi Energi Bersih: ITENAS Bandung Luncurkan “Bio CNG ITENAS Nice Gas”

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:06 WIB

Dorong Geotermal di Ciremai, Anggota DPR Dikritik : Potensi Besar Bukan Alasan Menutup Mata dari Risiko

Rabu, 10 Desember 2025 - 09:16 WIB

1.341 Hektare Sawah di Sumbar Gagal Panen Akibat Bencana: Petani Menunggu Kompensasi

Senin, 8 Desember 2025 - 08:42 WIB

Menanti Roadmap Koperasi Merah Putih, Ekos: IKA Ikopin Tak Boleh Jadi Penonton

Berita Terbaru