Utang RI Tembus Rp 9.637 Triliun, Menkeu Purbaya: Demi Menjaga Ekonomi dari Krisis

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan banyak investor asing yang mengeluh karena kesulitan membangun modal di Indonesia. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S).

i

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan banyak investor asing yang mengeluh karena kesulitan membangun modal di Indonesia. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S).

JAKARTA, Mevin.ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) resmi merilis posisi utang pemerintah Indonesia per 31 Desember 2025 yang mencatatkan angka sebesar Rp 9.637,90 triliun.

Dengan nilai tersebut, rasio utang pemerintah kini menyentuh level 40,46 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Mengutip data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR), mayoritas utang Indonesia masih didominasi oleh instrumen domestik guna menjaga stabilitas pasar keuangan.

Komposisi Utang: Didominasi Surat Berharga Negara

Struktur utang pemerintah terbagi dalam dua instrumen utama, yakni:

  • Surat Berharga Negara (SBN): Mencapai Rp 8.387,23 triliun atau sekitar 87,02 persen dari total utang.
  • Pinjaman: Sebesar Rp 1.250,67 triliun atau setara 12,98 persen.

Pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan utang dilakukan secara cermat dan terukur untuk mendukung pengembangan pasar keuangan domestik serta menjaga portofolio tetap optimal.

Pilihan Sulit di Tengah Perlambatan Ekonomi

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa peningkatan rasio utang ini merupakan dampak dari perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun lalu.

Menurutnya, langkah penarikan utang yang lebih besar diambil sebagai upaya preventif agar Indonesia tidak terperosok ke dalam krisis ekonomi serupa tahun 1998.

“Ini terpaksa dilakukan karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya adalah kembali ke kondisi 1998 atau meningkatkan utang sedikit demi menyelamatkan ekonomi? Kami memilih ekonomi selamat,” tegas Purbaya dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (12/2/2026) lalu.

Masih dalam Batas Aman UU

Meski angka utang terus merangkak naik, Menkeu memastikan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih terkendali.

Rasio 40,46 persen terhadap PDB ini masih jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Keuangan Negara, yakni sebesar 60 persen.

“Kita sedang menata ulang semuanya agar tetap berada dalam koridor yang sehat,” tambahnya.

Apa Dampaknya bagi Masyarakat?

Meningkatnya utang pemerintah sering kali memicu kekhawatiran terkait beban anggaran di masa depan.

Namun, penggunaan SBN sebagai instrumen utama menunjukkan bahwa pemerintah lebih banyak berutang kepada investor (termasuk masyarakat lokal) dibandingkan lembaga asing, yang secara teori lebih minim risiko terhadap fluktuasi nilai tukar.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wasekjen Projo Zulhamedy Syamsi: UU BUMN No. 19 Tahun 2025 Perkuat Akuntabilitas Publik dan Tata Kelola Korporasi
Lampu Kuning! Bappenas Sebut Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Jakarta dan Jatim Jadi Sorotan Utama
Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus
Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik
Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG
bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H
Proyeksi Ekonomi RI Jadi Negatif, Airlangga Balas Kekhawatiran Fitch Soal Makan Bergizi Gratis
Perangi Scam! OJK Blokir 436 Ribu Rekening Penipu, Rp566 Miliar Dana Korban Diselamatkan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:56 WIB

Lampu Kuning! Bappenas Sebut Pulau Jawa Terancam Krisis Air, Jakarta dan Jatim Jadi Sorotan Utama

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:06 WIB

Rupiah Dekati Rp17.000, Menkeu Purbaya: Fondasi Ekonomi Kita Masih Bagus

Senin, 9 Maret 2026 - 20:18 WIB

Gas Pol Transisi Energi, Menteri Bahlil Siapkan ‘Sweetener’ untuk Konversi Motor Listrik

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:18 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak, Menkeu Purbaya Buka Opsi Pangkas Anggaran Operasional MBG

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:40 WIB

bank bjb syariah Santuni Anak Yatim: Tebar Kebahagiaan dan Perkuat Kebersamaan di Ramadan 1447 H

Berita Terbaru