JAKARTA, Mevin.ID – Sebuah video singkat di media sosial TikTok mendadak viral dan mengundang gelak tawa sekaligus keheranan netizen.
Video yang diunggah oleh akun @setiawan.ujang48 memperlihatkan sebuah area di pinggir jalan kawasan Ciracas, Jakarta Timur, yang mengalami longsor hingga mengakibatkan beberapa pohon tumbang.
Namun, yang mencuri perhatian bukanlah kerusakan akibat longsor tersebut, melainkan aksi kocak sang perekam video.
Dengan nada berteriak, pria dalam video tersebut justru mengadu dan meminta pertanggungjawaban kepada sosok bernama Pak Dedi.
“Gimana ini Pak Dedi! Ada longsor di pinggir jalan daerah Ciracas, Jakarta Timur, perbatasan sama Pasar Rebo. Pak Dedi, lihat ini pohon-pohon pada tumbang!” teriak pria dalam video unggahan @setiawan.ujang48 tersebut.
Pak Dedi Core, Fenomena “Ngadu ke Pak Dedi”
Meskipun tidak diketahui secara pasti apakah sosok “Pak Dedi” yang dimaksud dalam video tersebut adalah Gubernur Jawa Barat atau sosok lain, namun netizen langsung mengaitkannya dengan Dedi Mulyadi.
Tak dapat dipungkiri, fenomena warga di luar Jawa Barat yang mengadu kepada Dedi Mulyadi memang sering terjadi.
Hal ini merupakan dampak dari popularitas sang Gubernur yang dikenal sangat aktif di media sosial dan seringkali langsung menanggapi serta turun tangan menyelesaikan pengaduan warga, meskipun terkadang di luar wilayah administratifnya.
Salah Alamat: Netizen Beri Komentar Menohok
Sontak saja aksi yang dianggap “salah alamat” oleh netizen ini memicu ribuan komentar. Mengingat Ciracas secara administratif berada di wilayah DKI Jakarta, netizen ramai-ramai mengingatkan sang pemilik video dengan bahasa Sunda dan dialek Betawi yang jenaka.
“Tong ka Pak Dedi atuh mang, eta mah wilayah Jakarta. Coba ngadu ke Si Doel (Rano Karno) atuh!” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Netizen lain pun menimpali, “Pak Dedi mah Gubernur Jawa Barat bang, ini Ciracas masuknya Jakarta Timur. Salah frekuensi ini mah!”
Fakta Kerawanan Longsor di Ciracas-Pasar Rebo
Meski diwarnai aksi kocak, ancaman longsor di wilayah Ciracas dan Pasar Rebo memang menjadi perhatian serius di awal tahun ini.
Berdasarkan data terkini per Januari 2026, wilayah perbatasan kedua kecamatan ini memang masuk dalam peta zona merah kerawanan gerakan tanah.
- Zona Kerentanan Tinggi: BPBD DKI Jakarta memetakan wilayah Ciracas dan Pasar Rebo dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi sepanjang Januari 2026.
- Faktor Geografis: Area ini didominasi kontur tebing (turap) dan berada di sepanjang aliran Kali Cipinang yang rawan tergerus arus saat curah hujan ekstrem.
- Riwayat Kejadian: Sebelumnya pada Agustus 2025, longsor besar pernah merusak pondasi kontrakan warga di Jalan Tanah Merdeka, Kelurahan Rambutan, Ciracas.
Hingga berita ini diturunkan, video dari @setiawan.ujang48 terus mendapat respons beragam.
Terlepas dari kepada siapa aduan itu ditujukan, warga berharap penanganan di lokasi longsor tersebut segera dilakukan oleh pihak berwenang di wilayah DKI Jakarta.***
Penulis : Bar Bernad


























