Viral! Detik-detik Peledakan Gunung Karang Terekam Kamera, Warga Cipongkor Resah Ancaman Longsor di Tengah Cuaca Ekstrem

- Redaksi

Rabu, 28 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG BARAT, Mevin.ID – Media sosial dihebohkan dengan unggahan video amatir yang memperlihatkan detik-detik mencekam peledakan (blasting) di puncak Gunung Karang, Desa Karangsari, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Video yang diunggah oleh akun TikTok mamahnyadikha485 tersebut memperlihatkan ledakan besar di atas bukit saat kondisi cuaca sedang diguyur hujan, Kamis (22/01/2026).

Aktivitas penambangan batuan andesit yang diperuntukkan bagi proyek strategis PLTA Upper Cisokan ini sontak menuai protes keras.

Warga yang bermukim di sekitar lokasi merasa terancam, mengingat saat ini wilayah Jawa Barat masih diselimuti cuaca ekstrem yang rawan memicu bencana tanah longsor.

Suasana Mencekam di Tengah Hujan

Dalam rekaman yang beredar luas, suara ledakan terdengar menggelegar diikuti dengan kepulan material dari puncak gunung.

Warga mengaku khawatir getaran hebat dari dinamit tersebut dapat memicu ketidakstabilan tanah, apalagi aktivitas dilakukan saat hujan turun—kondisi di mana struktur tanah biasanya lebih rentan.

“Masyarakat merasa resah karena dampak aktivitas tambang ini ditakutkan menyebabkan longsor. Apalagi sekarang cuaca sedang ekstrem,” tulis keterangan dalam narasi yang beredar.

 

View this post on Instagram

 

Dampak Meluas: Lebih dari 1.000 Jiwa Terdampak

Gejolak warga Cipongkor terhadap aktivitas di Gunung Karang sebenarnya bukan hal baru.

Berdasarkan catatan, sejak April 2025, masyarakat di dua desa, yakni Desa Karangsari dan Desa Sarinagen, telah berulang kali melayangkan protes.

Kepala Desa Karangsari, Ade Bachtiar, mengungkapkan bahwa dampak dari proyek di lahan milik PLN ini dirasakan oleh lebih dari 1.000 jiwa yang tersebar di 7 RT dan 3 RW.

“Masyarakat bergejolak karena merasa terganggu, terutama akibat ledakan dinamit dan polusi debu dari proses penggilingan batu,” ujar Ade mengutip kompas.com.

Radius Aman 500 Meter Dipertanyakan

Meski pihak pelaksana proyek menetapkan radius aman blasting sejauh 500 meter, kenyataan di lapangan berkata lain.

Banyak rumah warga yang berada di luar radius tersebut tetap merasakan getaran hebat hingga menyebabkan kerusakan pada bangunan permanen.

“Banyak tembok rumah warga yang retak dan rusak saat terjadi ledakan. Wajar jika masyarakat mempertanyakan hak mereka dan menuntut tanggung jawab perusahaan,” imbuh Ade.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya evaluasi menyeluruh terkait prosedur peledakan di Gunung Karang, terutama demi menjamin keselamatan jiwa di tengah ancaman bencana alam dan cuaca buruk yang masih melanda wilayah Bandung Barat.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dramatis! Pesawat BBM Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Selamat Usai Terjun Payung
Ironi Barang Bukti Korupsi, Dikorupsi Lagi, Kejati Riau Tetapkan Mantan Pejabat Bengkalis dan Direktur Swasta Jadi Tersangka
Tim Patroli Polres Cianjur Siap Kejar Aksi Perang Sarung juga Awasi Medsos Selama Ramadan
Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Segera Daftar di Aplikasi Sapawarga
Nasib Pilu Petani Cikarang Selatan, Sawah Terancam Digusur Rusun, “Kang Dedi, Ieu Pare Encan Panen Geus Di-Doser!”
Perkuat Perlindungan Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota Ajak Perusahaan Kolaborasi Lewat Forum Komunikasi
Polda Jabar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan: Puluhan Kilo Sabu hingga Ribuan Knalpot Brong
Buntut Mobil Dinas ‘Nakal’ Ganti Plat di Tuban, Pertamina Sanksi Tegas SPBU Latsari

Berita Terkait

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:50 WIB

Dramatis! Pesawat BBM Pelita Air Jatuh di Krayan, Pilot Selamat Usai Terjun Payung

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:40 WIB

Ironi Barang Bukti Korupsi, Dikorupsi Lagi, Kejati Riau Tetapkan Mantan Pejabat Bengkalis dan Direktur Swasta Jadi Tersangka

Kamis, 19 Februari 2026 - 09:25 WIB

Tim Patroli Polres Cianjur Siap Kejar Aksi Perang Sarung juga Awasi Medsos Selama Ramadan

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:57 WIB

Pemprov Jabar Siapkan 3.040 Tiket Mudik Gratis 2026, Segera Daftar di Aplikasi Sapawarga

Rabu, 18 Februari 2026 - 22:33 WIB

Nasib Pilu Petani Cikarang Selatan, Sawah Terancam Digusur Rusun, “Kang Dedi, Ieu Pare Encan Panen Geus Di-Doser!”

Berita Terbaru