Bekasi, Mevin.ID – Sebuah video yang menampilkan Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, tertidur saat rapat bersama DPRD Kota Bekasi, mendadak menggegerkan publik.
Rapat yang sejatinya membahas penyertaan modal daerah—agenda penting bagi masa depan layanan air minum warga—justru diwarnai oleh momen memalukan dari pucuk pimpinan perusahaan daerah tersebut.
Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas, Ali Imam tampak bersandar dengan mata terpejam cukup lama, sementara rapat terus berjalan.
@lagi.viralofficialVideo Dirut PDAM Tirta Patriot Bekasi, Ali Imamur, tertidur saat rapat dengan DPRD Kota Bekasi viral di jagat maya. Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) 8, DPRD Kota Bekasi, Misbahudin yang memimpin rapat meluruskan informasi itu. Dia menuturkan narasikan tertidur saat rapat ekspose mengenai Raperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Bekasi kepada BUMD Tahun Anggaran 2026 tengah berlangsung tidak benar. Menurut Bang Misbah sapaan akrabnya, saat itu dirinya sebagai Sekretaris Pansus yangan memimpin rapat pansus 8 terlebih dahulu dikarenakan Ketua dan Wakil telat hadir karena sedang ada urusan keluargarnya Saat itu Jadi tidak benar kalau itu disebut bahwa yang bersangkutan tertidur pada saat rapat resmi sedang berlangsung, melainkan saat break waktu Ashar ketika rapat sedang diskors,” ujar Bang Misbah. Sebagai pemimpin rapat, kata dia, sudah menjadi tugasnya untuk memperhatikan dan menilai seluruh peserta rapat yang hadir, termasuk seluruh jajaran direksi BUMD dan jajaran Tim Analis dan Tim Naskah Akademik. Terlebih, kata dia, agenda rapat kala itu hanyalah ekspose masing-masing BUMD untuk memaparkan secara global kepada seluruh anggota dan pimpinan Pansus serta timran, “Jadi, kami Pansus 8 berharap informasi yang beredar ini dapat diklarifikasi secara proporsional agar tidak menimbulkan persepsi yang negatif, terlebih dengan narasi sesat yang dibumbui dengan fitnah yang keji,” tutupnya. #lagiviral
Ekspresi peserta rapat lain yang tetap melanjutkan agenda menambah kontras suasana: forum resmi berlangsung, tetapi Dirut PDAM justru tak tersadarkan.
Aksi itu segera memicu gelombang kritik dan kekecewaan. Publik menilai sikap tersebut tidak mencerminkan profesionalisme seorang pemimpin badan layanan publik, apalagi PDAM merupakan pelayanan dasar yang sangat vital bagi masyarakat.
Yang kemudian memancing debat lebih jauh adalah munculnya sejumlah anggota DPRD yang justru membela sang Dirut. Respons itu dianggap warganet sebagai pembelaan tidak objektif dan menormalisasi perilaku yang tidak pantas di ruang rapat resmi.
Di media sosial, nada publik jauh lebih keras. Kolom komentar diwarnai sindiran dan humor satir menanggapi “kejadian ngantuk” itu.
“Tidur di ruangan penuh orang dan suara? Jangan-jangan dia atlet tidur nasional,” tulis salah satu warganet, yang menjadi komentar paling banyak dibagikan.
Hingga berita ini diturunkan, DPRD Kota Bekasi maupun Perumda Tirta Patriot belum memberikan penjelasan resmi terkait insiden tersebut.
Publik masih menunggu klarifikasi: apa sebenarnya alasan seorang direktur utama bisa terlelap di rapat penting yang membahas masa depan layanan air minum bagi ratusan ribu warga Kota Bekasi?***
Penulis : Fathur Rachman
Editor : Pratigto


























