Mataram, Mevin.ID – Sebuah insiden tak terduga terjadi dalam acara pelantikan pejabat di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Nusa Tenggara Barat. Video yang menunjukkan Kepala Kemenag NTB, Zamroni Aziz, melempar tiang mikrofon di tengah acara menjadi viral dan menuai sorotan tajam dari warganet.
Kejadian itu terekam saat prosesi pelantikan Kepala Kemenag Kabupaten Dompu, Najamuddin. Dalam rekaman yang tersebar luas, Zamroni terlihat tiba-tiba mengambil tiang mikrofon dan melemparkannya ke arah tamu undangan.
Beberapa orang yang hadir terlihat kaget dan spontan menyingkir.
Setalh kejadian tersebut Zamroni sempat tak memgakui bahwa video yang tersebar itu hanyal buatan AI.
@foryourinfoupdate.realKepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, Zamroni Aziz akhirnya meminta maaf dan mengaku khilaf telah melempar mic ditengah pelantikan pejabat di kanwil Kemenag NTB. Sebelumnya, Kanwil Kemenag telah memberikan klarifikasi bahwa video tersebut tidak benar, karena telah di edit dan menyesatkan. 📽️ Kemenag NTB♬ suara asli – FOR YOUR INFO UPDATE – FOR YOUR INFO UPDATE
Akhirnya, Zamroni melakukan Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Aksi yang dianggap tidak etis tersebut akhirnya diklarifikasi langsung oleh Zamroni Aziz.
Ia menjelaskan bahwa tindakannya itu hanyalah sebuah candaan spontan dan tidak bermaksud untuk merusak suasana.
“Saya minta maaf. Itu spontanitas, khilaf saya,” ujar Zamroni.
Menurutnya, mikrofon tersebut menghalangi jalannya saat hendak bersalaman dengan pejabat yang baru dilantik. Ia mengaku sudah meminta petugas untuk memindahkan, namun karena tidak segera dilakukan, ia memilih memindahkannya sendiri dengan cara yang tidak biasa.
@expressimediaSebuah video viral menunjukkan Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB melempar mic saat pelantikan pejabat di Dompu. Aksi ini langsung jadi sorotan publik, banyak yang bertanya apakah itu impulsif, lelucon, atau ada konteks lain di baliknya. Menurut klarifikasi yang tersebar, Kakanwil mengaku bahwa lempar mic tersebut “hanya bercanda”, bukan kesengajaan serius atau agresi. Namun, video tersebut tetap memicu reaksi dari berbagai pihak yang menilai bahwa sikap pemimpin publik harus tetap menjaga etika dan kesopanan. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Kemenag NTB yang memberikan kronologi lengkap atau bukti bahwa kejadian itu benar-benar hanya lelucon. Beberapa pihak minta agar klarifikasi lebih mendalam dilakukan, termasuk apakah ada saksi, catatan acara, dan apakah ada dampak dari kejadian tersebut terhadap suasana pelantikan. 🚨 Penting untuk diingat: video viral perlu diverifikasi sebelum diambil kesimpulan. Kita tunggu info resmi dan berharap setiap pemimpin instansi publik bisa menjaga perilaku agar tetap profesional. #expressimedia
“Bukan marah, itu hanya spontanitas saya. Karena itu (mikrofon) menghalangi, saya meminta panitia untuk memindahkan. Tetapi tidak dipindahkan, akhirnya saya saja yang memindahkan,” tambahnya.
Meski Zamroni telah meminta maaf dan menyebutnya sebagai kekhilafan, banyak pihak yang menilai perbuatannya tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik dan bisa merusak citra institusi Kemenag di mata masyarakat.
Video tersebut hingga kini masih menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial.***


























