LEBAK, Mevin.ID – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Cigemblong, Kabupaten Lebak, Banten, menuai protes keras.
Sebuah video yang viral di media sosial TikTok (@lodaya385) memperlihatkan kondisi menu makanan yang jauh dari standar kelayakan, di mana siswa justru menerima bahan makanan dalam kondisi mentah.
Video tersebut memicu kekecewaan mendalam bagi orang tua siswa dan tenaga pendidik. Pasalnya, program yang seharusnya meningkatkan gizi anak sekolah ini dinilai tidak dijalankan dengan prosedur yang benar (SOP).
View this post on Instagram
Menu “Mentah” yang Jadi Sorotan
Dalam unggahan tersebut, tampak paket makanan yang disajikan dalam ompreng terdiri dari beberapa komponen yang mengejutkan:
- 1 butir telur mentah
- 4 potong jagung mentah
- 1 buah tahu
- 1 kotak susu
- 2-3 butir lengkeng
Kondisi ini memicu amarah salah seorang guru di sekolah tersebut. Dalam rekaman video yang beredar, sang guru menyebutkan bahwa kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi.
“Bukan kali ini saja, kemarin juga sama! Kemarin mentah, sekarang juga mentah. Masa siswa harus masak sendiri, dari mana kompornya? Ngarang ini mah MBG-nya! Tutup saja MBG-nya,” tegas guru tersebut dengan nada kecewa.
Evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) Mendesak
Kejadian di SMAN 1 Cigemblong ini menjadi rapor merah bagi distribusi MBG di daerah. Program yang digagas untuk meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar siswa ini justru dipertanyakan efektivitasnya akibat lemahnya pengawasan di tingkat Satuan Pemerintah Pengelola Gizi (SPPG).
Masyarakat dan para pemerhati pendidikan mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera turun tangan melakukan evaluasi langsung ke lapangan.
Pengawasan ketat diperlukan untuk memastikan setiap penyedia jasa mematuhi standar gizi, kualitas olahan, dan harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Komitmen Menciptakan Generasi Sehat
Tujuan mulia program Makan Bergizi Gratis untuk menciptakan anak bangsa yang kuat dan sehat kini terancam oleh buruknya implementasi teknis.
Jika masalah seperti penyajian bahan mentah ini terus berulang, dikhawatirkan kepercayaan publik terhadap program strategis nasional ini akan luntur.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait masih dalam upaya dikonfirmasi mengenai kendala teknis yang menyebabkan distribusi makanan mentah tersebut sampai ke tangan siswa di SMAN 1 Cigemblong.***
Editor : Bar Bernad


























