BANDUNG, Mevin.ID – Media sosial, khususnya platform TikTok, tengah diramaikan oleh berbagai video unggahan warga yang menyoroti kualitas pengerjaan proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Proyek yang tersebar di berbagai wilayah Jabar tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya.
Keluhan tersebut muncul secara masif dari warga di berbagai daerah, mulai dari Pangandaran, Sukabumi, Cirebon, Garut, Majalengka, Bogor, hingga Bandung Barat.
Temuan Batu Cabluk dan Pasir di Pondasi
Dalam rekaman video yang beredar luas, warga memperlihatkan material pondasi tiang PJU yang menggunakan batu cabluk (batu berwarna putih) dan pengisian lubang pondasi yang didominasi oleh pasir.
Warga menyebut penggunaan batu cabluk ini sengaja dilakukan untuk mengurangi volume cor semen yang semestinya.
Temuan ini memicu kekhawatiran warga akan kekokohan tiang lampu yang berdiri di sepanjang jalan raya. Warga khawatir jika diterpa angin kencang atau hujan deras, pondasi yang dianggap “asal-asalan” tersebut tidak akan sanggup menahan beban tiang hingga berisiko roboh dan membahayakan pengguna jalan.
Respon Pengerjaan Ulang sebagai Evaluasi
Menanggapi gelombang kritik dan viralnya video-video tersebut, pihak pelaksana di beberapa titik dilaporkan telah melakukan pengecoran ulang. Langkah ini diambil guna memastikan kekokohan dan keamanan tiang PJU sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Perbaikan ini disebut sebagai bagian dari langkah evaluasi cepat agar pembangunan infrastruktur di Jawa Barat tetap mengedepankan kualitas dan prioritas keselamatan publik.
Mendesak Pengawasan Ketat
Meski perbaikan mulai dilakukan, netizen dan warga tetap mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui dinas terkait untuk memperketat pengawasan terhadap kontraktor pemenang tender.
Warga berharap proyek yang menggunakan dana APBD tersebut tidak hanya mengejar target penyelesaian, tetapi juga menjamin ketahanan bangunan untuk jangka panjang.
Hingga saat ini, Mevin.ID terus memantau tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait total jumlah titik PJU yang harus menjalani pengecoran ulang akibat dugaan ketidaksesuaian spesifikasi ini.***
Penulis : Bar Bernad
Editor : Abdilah Kurniawan


























