JAKARTA, Mevin.ID – Gelombang dukungan agar Presiden Prabowo Subianto kembali menjabat untuk periode kedua (2029–2034) mulai mengalir deras dari partai-partai koalisi pemerintah.
Namun, di balik solidnya dukungan terhadap Prabowo, posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai pendamping petahana di Pilpres 2029 dinilai masih belum aman.
Meskipun Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, secara terbuka telah menyuarakan dukungannya bagi pasangan “Prabowo-Gibran Dua Periode” di Solo pada akhir Januari lalu, sejumlah partai politik justru tampak mulai “memisahkan” nama Prabowo dengan pasangannya saat ini.
Sikap Parpol: Dukung Capres, Cawapres Nanti Dulu
Sejumlah partai besar yang menyatakan kepuasan atas kinerja pemerintahan Prabowo mulai menunjukkan gelagat untuk menyodorkan kader internal sebagai pendamping di periode kedua.
- PKB: Ketua Umum Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menyatakan puas dengan kepemimpinan Prabowo dan siap mendukung dua periode. Namun, saat ditanya soal nasib Gibran, Cak Imin menjawab singkat, “Oh belum dibahas. Belum.”
- PAN: Partai Amanat Nasional (PAN) melalui Wakil Ketua Umum Eddy Soeparno secara terang-terangan menyebut opsi Zulkifli Hasan (Zulhas) untuk mendampingi Prabowo. “Tentu kita lihat nanti opsi-opsi terbaik,” ujar Eddy di Gedung DPR RI, Kamis (5/2).
- Golkar: Ketua Umum Bahlil Lahadalia menyebut Prabowo sebagai “kader terbaik alumni Golkar”. Namun, Sekretaris Jenderal Sarmuji menegaskan fokus partai saat ini masih pada pencapaian visi presiden, bukan pembahasan paket pasangan 2029.
Internal Gerindra: Fokus Keberhasilan Periode Ini
Dari pihak internal, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Gerindra belum membuka pembicaraan mengenai sosok calon wakil presiden.
Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, bahkan menanggapi santai wacana yang memasangkan Prabowo dengan tokoh-tokoh lain di luar Gibran. “Itu kita anggap sebagai wacana dan juga hiburan untuk rakyatlah,” kata Dasco usai perayaan HUT ke-18 Gerindra (6/2).
Analisis Pengamat: Sinyal Posisi Gibran Tidak Aman
Pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai dukungan dini ini bersifat prematur namun strategis bagi partai untuk menunjukkan loyalitas kepada Prabowo. Menurutnya, partai-partai koalisi jelas memiliki “jagoan” masing-masing untuk kursi cawapres.
Senada dengan itu, pengamat politik KIPP Jojo Rohi melihat absennya nama Gibran dalam pernyataan dukungan parpol sebagai sinyal politik yang serius.
“Dukungan parpol yang minus nama Gibran merupakan sinyal bahwa posisi Gibran belum tentu masuk hitungan dalam opsi pasangan Prabowo di 2029. Gibran secara politik tidak punya kendaraan partai yang kuat,” ungkap Jojo.
Hingga saat ini, dinamika politik masih diprediksi akan terus berubah mengikuti tingkat keberhasilan program pemerintah dan fluktuasi elektoral menjelang tahun 2029.***
Editor : Bar Bernad

























