Wagub Jabar Erwan Setiawan Dilaporkan ke Polda Jabar, Diduga Terlibat Penggelapan Rp3,36 Miliar

- Redaksi

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kuasa hukum bersama korban dugaan penipuan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, setelah laporan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat/Dok Pribadi

Kuasa hukum bersama korban dugaan penipuan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, setelah laporan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat/Dok Pribadi

Bandung, Mevin.ID – Kabar mengejutkan datang dari lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan (ES), dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat pada Senin (22/12/2025).

Laporan tersebut dilayangkan oleh seorang pengusaha digital marketing asal Karawang berinisial AS. ES dilaporkan atas dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan uang dengan total kerugian mencapai Rp3.036.500.000.

Seret Nama Anak dan Mitra Terdekat

Kuasa Hukum AS, Alex Sapri Winando, menjelaskan bahwa selain Wagub ES, pihaknya juga melaporkan dua orang lainnya, yakni S (yang mengaku sebagai mitra ES) dan DA (anak dari ES).

“Laporan ini terkait dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan. Selain ES, kami juga melaporkan S dan DA sebagai anak dari Wakil Gubernur,” ujar Alex seperti dikutip dari nawacita.co.

Kronologi: Dana Talangan Berujung Umrah

Kasus ini bermula saat AS diundang ke acara syukuran pelantikan Wakil Gubernur di rumah dinas. Di sana, S mengenalkan AS kepada ES dan DA, serta menyebut ES sebagai mitra pemodal dalam berbagai kegiatan di rumah dinas.

AS kemudian diminta oleh S dan DA untuk memberikan dana talangan guna pengadaan makan dan minum (mamin) di acara HUT Wagub Jabar, dengan janji pengembalian dalam 30 hari. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, uang tersebut tidak kunjung kembali.

“Setelah ditelusuri, klien kami mengetahui bahwa uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan pribadi, seperti ibadah umrah keluarga hingga perjalanan wisata ke Labuan Bajo,” ungkap Alex.

Pengakuan Korban: Dugaan Intimidasi dan Ancaman

Korban AS mengaku sempat melakukan upaya mediasi secara langsung dengan Wagub ES di rumah dinas dan sebuah restoran. Namun, alih-alih mendapatkan solusi, AS mengklaim mendapatkan ancaman keras agar kasus ini tidak mencuat ke media.

“Beliau menyatakan jangan sampai ramai di media. Ada ancaman keras seperti kata ‘saya sikat’ hingga ‘saya podaran’ (saya matikan). Saya sangat menyayangkan, padahal saya ini rakyatnya dan saya hanya pengusaha yang menjadi korban, bukan pemborong proyek,” ujar AS dengan nada kecewa.

Tanggapan Pihak Terlapor

Hingga berita ini diturunkan, pihak Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, belum memberikan keterangan resmi terkait laporan polisi tersebut.

Namun, dalam proses mediasi sebelumnya, Alex menyebut bahwa ES sempat menyangkal menggunakan uang tersebut dan melimpahkan tanggung jawab kepada terlapor S.

Polda Jawa Barat kini tengah mendalami laporan tersebut untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. Kasus ini pun menarik perhatian publik mengingat status ES sebagai pejabat tinggi di Jawa Barat.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Sumber Berita: Nawacita.co

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional
Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan
Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar
Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan
Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata
Netizen Murka! Satwa Dilindungi Jadi Konten Joget, Otoritas Kejar Pelaku Hingga Jambi.
Kabar Baik! Bupati Bogor Temui Pendemo di Cigudeg: Kompensasi Cair Minggu Depan, Jalan Khusus Tambang Dikebut
Data Geologi Ungkap Luas Amblasan Desa Pondok Balik Capai 27 Ribu Meter Persegi, Warga Resah!

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:44 WIB

Ciremai Terancam “Gundul”, Gubernur Jabar Protes Keras Bisnis Wisata di Kawasan Taman Nasional

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:30 WIB

Polemik Dana Bayar Utang Rp 621 Miliar: Gubernur vs Bappeda Jabar Berselisih Keterangan

Selasa, 13 Januari 2026 - 09:54 WIB

Proyek “Mubazir” 1 Miliar? TPS3R Tegalluar Terbengkalai, Sampah Malah Menumpuk dan Dibakar

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:49 WIB

Miris! DPRK Bireuen Sidak Gudang BPBD: Bantuan Logistik Menumpuk Saat Korban Bencana Kelaparan

Senin, 12 Januari 2026 - 23:09 WIB

Lembang dan Ciwidey Terancam “Tenggelam” dalam Beton, FK3I Desak Gubernur Dedi Mulyadi Evaluasi Izin Wisata

Berita Terbaru