Wahai Para Guru, Inilah Mekanisme Baru Penyaluran Tunjangan Profesi Guru ASN yang Langsung ke Rekening

- Redaksi

Kamis, 13 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Jabar, Herman Suryatman (Foto: Dokpim Pemprov Jabar)

Sekda Jabar, Herman Suryatman (Foto: Dokpim Pemprov Jabar)

Jakarta, Mevin.ID – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat (Sekda Jabar), Herman Suryatman, bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Wahyu Mijaya, menghadiri peluncuran mekanisme baru penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah langsung ke rekening guru.

Acara yang dipimpin langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, ini berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Herman Suryatman menyatakan bahwa mekanisme baru ini merupakan terobosan positif dari pemerintah pusat.

“Baru saja saya bersama Pak Kadis Pendidikan mewakili Bapak Gubernur Jawa Barat menghadiri acara peluncuran mekanisme baru penyaluran tunjangan guru ASN daerah langsung ke rekening guru,” ujar Herman.

Mekanisme Baru untuk Efisiensi Birokrasi

Mekanisme penyaluran langsung ke rekening guru diharapkan dapat mempercepat proses penyaluran tunjangan, karena dana tidak lagi melalui kas daerah sehingga meminimalisir hambatan birokrasi.

Perubahan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 4 Tahun 2025, yang merupakan perubahan atas Permendikbudristek Nomor 45 Tahun 2023.

Aturan tersebut mengatur teknis pemberian tunjangan profesi, tunjangan khusus, dan tambahan penghasilan bagi guru ASN daerah.

Sementara itu, tunjangan untuk guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024.

Komitmen Pemerintah terhadap Kesejahteraan Guru

Herman menegaskan bahwa mekanisme ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru.

“Saya kira ini sebuah terobosan dari pemerintah sebagai wujud perhatian terhadap guru melalui penyaluran tunjangan langsung ke rekening guru,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menekankan bahwa efisiensi birokrasi adalah langkah penting untuk mencapai pemerintahan yang bersih.

“Kita bertekad untuk berusaha sekeras mungkin dengan segala daya upaya yang ada pada kita untuk mencapai pemerintahan yang bersih,” kata Prabowo.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan pembangunan bangsa. “Sesungguhnya dalam nation building, satu-satunya jalan menuju keberhasilan suatu bangsa adalah pendidikan,” ujar Presiden.

Validasi Data dan Penyaluran Tunjangan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa mekanisme baru ini merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat, khususnya guru.

Proses validasi data masih berlangsung, dan dana akan ditransfer langsung setelah data dinyatakan valid.

“Transfer langsung di bulan Maret dilakukan agar para guru dapat merayakan Idul Fitri dengan gembira dan bekerja lebih baik dalam menunaikan tugas,” kata Abdul Mu’ti. Ia juga mengakui bahwa selama ini banyak guru yang mengalami keterlambatan penerimaan TPG dengan berbagai alasan.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan sebagai Prioritas Utama APBN

Jumlah Penerima Tunjangan

Saat ini, sebanyak 1.476.964 guru ASN dan 392.802 guru non-ASN akan menerima tunjangan langsung ke rekening mereka.

Mekanisme ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru dan mendukung kualitas pendidikan di Indonesia.

Dengan diluncurkannya mekanisme baru ini, pemerintah berharap dapat memastikan hak-hak guru terpenuhi secara tepat waktu, sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun pendidikan berkualitas dan pemerintahan yang efisien. (*)

Facebook Comments Box

Penulis : Debar

Editor : Debar

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Trimulyo Kucilkan Dua Siswa Gegara Dikritik, DPRD Pesawaran Lakukan Sidak
Dana Desa 2026 Turun Drastis, Bupati Majalengka: Kades Jangan Galau, Masih Ada ADD!
Sebut Karangligar ‘Cekungan Abadi’, Gubernur Dedi Mulyadi Tawarkan Relokasi dan Konsep Danau Penampung
Ironi di Balik Piring Makan Gratis, Ketika Kritik Orang Tua Berbuah “Hukuman” Bagi Sang Anak
Pasca Demo Sopir, Pemkot Bogor Hentikan Sementara Razia Angkot Tua
Sengketa Informasi Pasar Gedebage ‘Mangkrak’ 8 Bulan, Warga Bandung Kritik Kinerja KI Jawa Barat
Terinspirasi Game “City Builder”, Gen Z Berusia 22 Tahun Pimpin RW di Cimahi
Investasi Banten 2025 Tembus Rp130,2 Triliun, Projo Banten: Bukti Kinerja Pemprov Membaik dan Berdaya Tarik

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:18 WIB

SPPG Trimulyo Kucilkan Dua Siswa Gegara Dikritik, DPRD Pesawaran Lakukan Sidak

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:38 WIB

Dana Desa 2026 Turun Drastis, Bupati Majalengka: Kades Jangan Galau, Masih Ada ADD!

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:29 WIB

Sebut Karangligar ‘Cekungan Abadi’, Gubernur Dedi Mulyadi Tawarkan Relokasi dan Konsep Danau Penampung

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:42 WIB

Ironi di Balik Piring Makan Gratis, Ketika Kritik Orang Tua Berbuah “Hukuman” Bagi Sang Anak

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:16 WIB

Pasca Demo Sopir, Pemkot Bogor Hentikan Sementara Razia Angkot Tua

Berita Terbaru