Majalengka, Mevin.ID – Wakil Ketua I DPRD Majalengka sekaligus Ketua DPD PKS Kabupaten Majalengka, Deden Hardian Narayanto, ST., kembali menegaskan komitmennya menyerap aspirasi masyarakat.
Melalui sebuah video dialog yang ia unggah di media sosial, Kang Dehan—sapaan akrabnya—mengangkat persoalan serius seputar dunia kerja di Majalengka.
“Kemarin saya menerima aspirasi terkait sulitnya mencari pekerjaan di Majalengka,” tulisnya, Kamis (27/11/2025).
Pungli Masuk Kerja Masih Marak
Dalam unggahan tersebut, Deden mengungkap laporan warga mengenai masih maraknya praktik pungutan liar (pungli) untuk bisa masuk kerja ke pabrik. Menurutnya, praktik ini membuat akses kerja semakin tidak adil.
“Ini ironi yang menyakitkan. Lulusan SMK yang kompeten justru tidak lolos karena menolak membayar,” ujarnya.
Sebaliknya, kata Deden, ada laporan bahwa lulusan SMP dapat diterima bekerja karena bersedia membayar uang pelicin.
Keluhan Soal Pelatihan Kerja Pemerintah
Deden juga menerima masukan penting soal program pelatihan kerja pemerintah. Warga berharap pelatihan yang diikuti tidak berhenti pada pemberian sertifikat semata, tetapi diikuti dengan penyaluran kerja nyata ke perusahaan yang bermitra.
“Peserta pelatihan justru kebingungan mencari kerja lagi, karena tidak ada pendampingan penyaluran,” katanya.
Deden mengajak masyarakat untuk tidak diam menghadapi praktik pungli.
“Mari kita TIDAK menormalisasikan praktik ini! Jangan takut bersuara. Ini PR besar bagi DPRD untuk merumuskan solusi konkret agar pemuda-pemudi Majalengka mendapat akses kerja yang adil,” serunya.
Bupati Eman: “Tunjukkan Datanya, Biar Kita Tindak!”
Menanggapi hal tersebut, Bupati Majalengka Drs. H. Eman Suherman, MM., menegaskan komitmennya memberantas pungli di sektor ketenagakerjaan.
“Di mana, siapa pelakunya? Ada faktanya tidak? Biar kita sikat,” tegas Eman saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (27/11).
Eman menekankan bahwa pemerintah membutuhkan data valid untuk bisa menggerakkan Tim Saber Pungli secara efektif.
“Kalau hanya info-info tanpa data dan fakta, sulit diproses. Itu kendalanya,” ujarnya.
Ia menyebut hingga saat ini tim belum menemukan kasus konkret, meski isu pungli kerap ramai dibicarakan.
“Saya minta fakta. Datanya mana? Siapa korbannya? Siapa yang menerima? Di mana lokasinya? Kalau ada pabrik yang bermain, akan saya kejar,” tegasnya lagi.***
Penulis : Ahmad Hudri Harisman
Editor : Salman Faqih


























