WALHI Jabar Endus Kepentingan Politik di Balik Penutupan Bandung Zoo: “Ada Dugaan Janji ke Pihak Tertentu”

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mevin.ID – Persoalan penutupan dan pencabutan izin Lembaga Konservasi Bandung Zoo (Kebun Binatang Bandung) kini memasuki babak baru.

Ketua Dewan Daerah WALHI Jawa Barat, Dedi Kurniawan, melontarkan kritik tajam dengan menyebut adanya indikasi kepentingan politik dan kejanggalan regulasi di balik kemelut ini.

Dedi, yang juga menjabat sebagai Koordinator FK3I Nasional, menyoroti pembentukan Tim Terpadu yang saat ini mengelola Bandung Zoo.

Tim yang dikabarkan terdiri dari unsur Pemkot Bandung, Dinas Kehutanan Jabar, dan Kementerian Kehutanan RI tersebut dinilai masih “gelap” di mata publik.

Transparansi Tim Terpadu Dipertanyakan

Hingga saat ini, publik belum mendapatkan kejelasan mengenai mandat, struktur kepemimpinan, hingga ruang lingkup kerja Tim Terpadu tersebut.

Dedi menekankan bahwa jika tim ini dibentuk untuk menjamin keberlanjutan satwa, ruang terbuka hijau, dan nasib karyawan, maka nasib pelaku UMKM di kawasan tersebut juga tidak boleh diabaikan.

“Perlu dijelaskan bagaimana nasib para pelaku UMKM dan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya pada operasional Bandung Zoo,” ujar Dedi dalam keterangan tertulisnya.

Target 3 Bulan yang Ambisius

Rencana pemerintah untuk menetapkan pengelola baru dalam waktu tiga bulan juga mendapat sorotan. Menurut WALHI Jabar, waktu tersebut terlalu singkat untuk memverifikasi komitmen calon pengelola terhadap etika konservasi dan regulasi sesuai Permen LHK Nomor 22 Tahun 2019.

“Etika konservasi bukan sekadar administrasi, melainkan kesadaran, kemampuan teknis, dan kemandirian. Lembaga konservasi bukan entitas bisnis semata, tapi institusi perlindungan dan edukasi,” tegasnya.

Aroma Kepentingan Bisnis dan Lahan

Dedi Kurniawan secara blak-blakan menyebut adanya potensi kepentingan besar terkait bisnis dan skema sewa lahan. Ia bahkan mengendus adanya dugaan janji politik kepada pihak-pihak tertentu untuk menjadi pengelola baru.

“Ini adalah pembacaan kami atas situasi yang berkembang. Kami melihat adanya indikasi kepentingan politis. Kami berharap dugaan (janji politik ke pihak tertentu) tersebut tidak benar,” tambahnya.

Seruan Aksi dan Audiensi Terbuka

Sebagai langkah tegas, WALHI Jabar dan FK3I Pusat menuntut pemerintah melalui Tim Terpadu untuk segera:

  • Muncul secara terbuka di hadapan publik.
  • Menyampaikan rencana kerja secara transparan dalam batas waktu tiga bulan.

Apabila informasi utuh tidak segera disampaikan, Dedi mengajak seluruh warga Jawa Barat, aktivis lingkungan, akademisi, hingga mahasiswa untuk melakukan audiensi terbuka dan langkah kolektif.

“Kami mengajak elemen pecinta alam, masyarakat terdampak, hingga awak media untuk bersama-sama menjamin hak hidup satwa dan manusia secara layak sesuai amanat undang-undang,” pungkasnya.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep
Semarak Ramadhan di Bantargebang: LPM Ciketing Udik Gelar Santunan dan Ngabuburit Bareng Komedi Topeng Bekasi
Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak
Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026
Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat
Kades Hoho Temui Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Bahas Keamanan hingga Tata Kelola Desa
Ngeri! Begal Tusuk Ojol Wanita di Jembatan Gantung Rancamanyar Bandung pada Sabtu Tengah Malam

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:43 WIB

Minibus Terpental Seruduk Truk Tronton m di Tol Gempol Terekam Dashcam, Sopir Diduga Microsleep

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:44 WIB

Antisipasi Lonjakan Pemudik, Satlantas Polres Bogor Siapkan Rekayasa One Way Lokal di 6 Titik Jalur Puncak

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:30 WIB

Senyum Taslim di Balik Kompensasi Rp1,4 Juta Mudik Lebaran 2026

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:06 WIB

Eks Penyidik KPK Novel Baswedan Punya Dugaan Lebih Mengerikan Soal Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 - 09:28 WIB

Pasca Tewasnya Siswa SMAN 5 Bandung, Anak Tongkrongan Kini Diawasi Ketat

Berita Terbaru