Walhi Peringatkan: Jabar Terancam Banjir–Longsor Lebih Parah dari Sumatra

- Redaksi

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walhi Jawa Barat memberikan peringatan potensi banjir dan longsor di Jabar bisa lebih parah dari bencana serupa yang baru terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)

Walhi Jawa Barat memberikan peringatan potensi banjir dan longsor di Jabar bisa lebih parah dari bencana serupa yang baru terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA)

Bandung, Mevin.ID — Hujan belum turun maksimal, tetapi peringatan dini datang lebih dulu. Walhi Jawa Barat menyebut potensi banjir bandang dan longsor di provinsi ini dapat melampaui skala bencana yang baru mengguncang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Wahyudin Iwang, menegaskan bahwa Jawa Barat memikul “kerentanan bencana yang kompleks”—tsunami, erupsi gunung berapi, banjir bandang, tanah amblas, hingga puting beliung. Penyebab utamanya satu: kerusakan lingkungan yang kian tak terbendung.

“Bencana ekologis serupa sangat mungkin terjadi di Jawa Barat, bahkan alam bisa lebih dari itu untuk mengingatkan kita semua,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (2/12).

Izin Tambang Kedaluwarsa, Tambang Ilegal, hingga Hutan Menyusut

Walhi merinci sederet persoalan yang selama ini “didiamkan”:

  • 54 izin perusahaan tambang yang sudah habis sejak 2023 tetapi tetap beroperasi.
  • 176 titik tambang ilegal pada 2024, dengan Sumedang dan Tasikmalaya mencatat jumlah tertinggi.
  • Penyusutan tutupan hutan mencapai 43 persen sepanjang 2023–2025.
  • Kawasan lindung Perhutani dan BBKSDA berubah fungsi menjadi tambang, wisata, properti, hingga proyek geothermal.

“Kawasan konservasi terus menyusut, bahkan ada bangunan berdiri di zona konservasi. Ini ironi sekali,” kata Wahyudin.

Ia juga mengungkap hilangnya kawasan imbuhan air akibat maraknya izin perumahan, industri, dan wisata. “Setiap tahun bisa hilang 20 hektare, seiring IMB terus dikeluarkan.”

Menurut Walhi, pemerintah justru ikut melegitimasi kerusakan karena tetap menerbitkan izin di kawasan penting dan minim melakukan pemulihan. “Lahan kritis 900 ribu hektare belum direboisasi secara serius,” tegasnya.

Gubernur Dedi Mulyadi Akui 80 Persen Hutan Jabar Rusak

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tak menampik kondisi darurat itu. Ia menyebut hutan Jabar yang masih utuh hanya tersisa sekitar 20 persen.

“Eighty percent rusak,” ujar Dedi dalam rilis resmi.

Mulai Desember 2025, Pemprov Jabar akan mengerahkan warga untuk memulihkan hutan. Setiap hektare akan dikelola dua warga yang mendapat upah harian Rp50 ribu—lebih tinggi dibanding upah buruh tani di sejumlah daerah.

Jenis pohon yang akan ditanam adalah campuran pohon keras (beringin) dan pohon produktif seperti pete, jengkol, dan nangka.

“Kita tanam pohon yang tidak bisa ditebang sekaligus yang memberi manfaat jangka panjang,” ucap Dedi.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Detik-Detik Mobil Panther Melaju Sendiri di Tol Jakarta-Cikampek KM 21, Sopir Diduga Meninggal Dunia
Polisi Amankan 10 Pelajar ‘Gladiator’ Cianjur, Penanganan Pakai Sistem Peradilan Anak
Kades Ngepringan Mandi Lumpur di Kubangan, Protes Jalan Rusak yang Puluhan Tahun Tak Diperbaiki
Warga Banda Heboh! Temuan Telur Ayam Diduga Palsu: Dibanting Tak Pecah, Digoreng Meletup
Geger Ritual Mandi “Celup” di Pantai Karang Hawu, Janjikan Harta dan Jodoh Berujung Kontroversi
Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib
Predator di Sekolah: Oknum Guru SDN di Serpong Diduga Cabuli Belasan Murid, Kini Dirumahkan
Polda NTT Ringkus Penembak Burung Hantu Tyto Alba di Belu, Senapan Angin Diamankan

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:35 WIB

Detik-Detik Mobil Panther Melaju Sendiri di Tol Jakarta-Cikampek KM 21, Sopir Diduga Meninggal Dunia

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:55 WIB

Polisi Amankan 10 Pelajar ‘Gladiator’ Cianjur, Penanganan Pakai Sistem Peradilan Anak

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:46 WIB

Kades Ngepringan Mandi Lumpur di Kubangan, Protes Jalan Rusak yang Puluhan Tahun Tak Diperbaiki

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:50 WIB

Warga Banda Heboh! Temuan Telur Ayam Diduga Palsu: Dibanting Tak Pecah, Digoreng Meletup

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:10 WIB

Bogor Memanas! Ribuan Sopir Angkot Bakal Geruduk Balai Kota Besok, Tuntut Kejelasan Nasib

Berita Terbaru