Bekasi, Mevin.ID – Di tengah hujan deras yang mengguyur Kota Bekasi dini hari tadi, Walikota Bekasi, Tri Adhianto, terlihat aktif memantau kondisi pintu air Bekasi. Dengan jaket hujan yang basah kuyup, ia memonitor kenaikan debit air yang berpotensi memicu banjir.
Menurut Tri, curah hujan tinggi di hulu Kali Cibongas, Kali Cileungsi, dan Kali Cikeas berisiko memengaruhi aliran air ke wilayah Bekasi. “Kami meminta warga, terutama di bantaran kali, untuk tetap siaga. Air bah bisa datang kapan saja,” ujarnya, sambil menambahkan bahwa hujan lokal diperkirakan akan memperparah kondisi.
Warga di beberapa wilayah, seperti Bekasi Utara dan Bekasi Timur, sudah melaporkan genangan air. Di kawasan rawan banjir seperti Perumahan Pondok Gede Permai, warga mulai mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Di pos pemantauan, petugas terus mencatat kenaikan debit air sambil menerima laporan dari berbagai wilayah. Walikota Tri juga terus berkoordinasi dengan jajarannya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Jika ada penyumbatan di saluran utama, segera bersihkan. Jangan menunggu hingga pagi,” tegasnya.
Hingga larut malam, hujan masih turun dengan intensitas tinggi, sementara warga setempat terus memantau situasi dengan cemas. Di tengah kondisi ini, Walikota Tri tetap berjaga, memastikan kesiapan seluruh pihak untuk menghadapi potensi banjir.
Kota Bekasi, yang dikenal sebagai kota Patriot, masih terjaga di tengah ancaman bencana, dipimpin oleh sosok walikota yang tak kenal lelah.***
Penulis : Pratigto


























