Warga Cakung Barat Mendesak Realisasi Embung: “Kami Lelah Jadi Langganan Banjir”

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir di wilayah Warga Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), Sabtu (24/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

Banjir di wilayah Warga Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur (Jaktim), Sabtu (24/1/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

JAKARTA, Mevin.ID – Ribuan warga Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur, kini dalam kondisi waswas. Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir membuat pemukiman mereka kembali terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter. Warga pun mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta untuk segera merealisasikan solusi permanen, yakni pembangunan embung.

Ketua RT 02/RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Ahmad Nur, mengungkapkan bahwa banjir bukan lagi sekadar genangan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan dan harta benda warga.

“Kalau hujan deras berlangsung lama, air cepat naik. Ketinggiannya hampir satu meter. Warga pasti cemas karena ini bukan pertama kali terjadi,” ujar Ahmad saat ditemui di Jalan Tipar Cakung, Selasa (27/1/2026).

Dampak Banjir: 1.000 Jiwa Terdampak

Berdasarkan data lapangan, banjir yang terjadi sejak Sabtu (24/1) telah berdampak pada:

  • Populasi: Sekitar 1.000 jiwa dari 50 Kepala Keluarga (KK).

  • Ketinggian Air: Mencapai setinggi pinggang orang dewasa (100 cm).

  • Kerugian Materiil: Kerusakan peralatan rumah tangga, terutama barang elektronik seperti TV dan lemari es.

Harapan pada Komisi D DPRD DKI Jakarta

Persoalan banjir di Cakung Barat kini bergantung pada kebijakan anggaran. Saat ini, rencana pembangunan embung di wilayah tersebut masih dalam tahap pembahasan di Komisi D DPRD DKI Jakarta periode 2024-2029.

Warga berharap Komisi D, yang dipimpin oleh Yuke Yurike, dapat mempercepat fungsi pengawasan dan pembahasan anggaran terhadap dinas-dinas teknis, terutama Dinas Sumber Daya Air (SDA).

“Kami berharap Komisi D dapat bertindak cepat sebagai wakil rakyat untuk merespons keluhan masyarakat. Percepatan realisasi anggaran sangat dibutuhkan agar persoalan ini tidak terus berulang setiap musim hujan,” tegas Ahmad.

Tantangan Koordinasi dan Komunikasi

Meskipun warga sangat berharap pada tindakan cepat pemerintah, tantangan komunikasi masih menjadi kendala. Upaya konfirmasi yang dilakukan media kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melalui sambungan telepon dilaporkan belum membuahkan hasil.

Di sisi lain, warga menilai sinergi antara Pemda, DPRD, dan dinas teknis adalah kunci utama. Sambil menunggu normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah yang baru ditargetkan rampung pada 2027, keberadaan embung dinilai menjadi solusi paling mendesak untuk menampung debit air hujan saat ini.

“Langkah cepat dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman dari ancaman banjir,” pungkas Ahmad.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Antara

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepesertaan BPJS PBI JK Sempat Nonaktif? Begini Cara Mudah Cek dan Mengaktifkannya Kembali Lewat NIK KTP
Indonesia Terjebak ‘Triple Planetary Crisis’, Menteri LH dan MUI Serukan Jihad Lawan Sampah Sungai
KPK Bongkar Modus ‘Jalur Siluman’ di Bea Cukai, Berikan 5 Rekomendasi Tegas untuk Benahi Impor
KPK: Saksi Pemerasan Rp 10 M Silakan Lapor ke Dewas, Bantah Nama Bayu Sigit
Sikat Rentenir, Presiden Prabowo Siapkan Gerai Pinjaman Super Mikro Lewat Kopdes Merah Putih
Hijrah ke IKN, ASN akan Tinggal di Rumah Susun
Prabowo Soroti Bocornya Dana Desa: 10 Tahun Mengucur, Tak Sampai ke Rakyat
Terungkap! Eks Kepala KPP Banjarmasin Rangkap Jabatan di 12 Perusahaan, KPK Dalami Modus Korupsi Pajak

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 20:02 WIB

Kepesertaan BPJS PBI JK Sempat Nonaktif? Begini Cara Mudah Cek dan Mengaktifkannya Kembali Lewat NIK KTP

Senin, 16 Februari 2026 - 16:25 WIB

Indonesia Terjebak ‘Triple Planetary Crisis’, Menteri LH dan MUI Serukan Jihad Lawan Sampah Sungai

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:45 WIB

KPK Bongkar Modus ‘Jalur Siluman’ di Bea Cukai, Berikan 5 Rekomendasi Tegas untuk Benahi Impor

Minggu, 15 Februari 2026 - 15:45 WIB

KPK: Saksi Pemerasan Rp 10 M Silakan Lapor ke Dewas, Bantah Nama Bayu Sigit

Minggu, 15 Februari 2026 - 13:30 WIB

Sikat Rentenir, Presiden Prabowo Siapkan Gerai Pinjaman Super Mikro Lewat Kopdes Merah Putih

Berita Terbaru