JAKARTA, Mevin.ID – Ribuan warga Kelurahan Cakung Barat, Jakarta Timur, kini dalam kondisi waswas. Intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir membuat pemukiman mereka kembali terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter. Warga pun mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta untuk segera merealisasikan solusi permanen, yakni pembangunan embung.
Ketua RT 02/RW 07 Kelurahan Cakung Barat, Ahmad Nur, mengungkapkan bahwa banjir bukan lagi sekadar genangan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan dan harta benda warga.
“Kalau hujan deras berlangsung lama, air cepat naik. Ketinggiannya hampir satu meter. Warga pasti cemas karena ini bukan pertama kali terjadi,” ujar Ahmad saat ditemui di Jalan Tipar Cakung, Selasa (27/1/2026).
Dampak Banjir: 1.000 Jiwa Terdampak
Berdasarkan data lapangan, banjir yang terjadi sejak Sabtu (24/1) telah berdampak pada:
-
Populasi: Sekitar 1.000 jiwa dari 50 Kepala Keluarga (KK).
-
Ketinggian Air: Mencapai setinggi pinggang orang dewasa (100 cm).
-
Kerugian Materiil: Kerusakan peralatan rumah tangga, terutama barang elektronik seperti TV dan lemari es.
Harapan pada Komisi D DPRD DKI Jakarta
Persoalan banjir di Cakung Barat kini bergantung pada kebijakan anggaran. Saat ini, rencana pembangunan embung di wilayah tersebut masih dalam tahap pembahasan di Komisi D DPRD DKI Jakarta periode 2024-2029.
Warga berharap Komisi D, yang dipimpin oleh Yuke Yurike, dapat mempercepat fungsi pengawasan dan pembahasan anggaran terhadap dinas-dinas teknis, terutama Dinas Sumber Daya Air (SDA).
“Kami berharap Komisi D dapat bertindak cepat sebagai wakil rakyat untuk merespons keluhan masyarakat. Percepatan realisasi anggaran sangat dibutuhkan agar persoalan ini tidak terus berulang setiap musim hujan,” tegas Ahmad.
Tantangan Koordinasi dan Komunikasi
Meskipun warga sangat berharap pada tindakan cepat pemerintah, tantangan komunikasi masih menjadi kendala. Upaya konfirmasi yang dilakukan media kepada Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melalui sambungan telepon dilaporkan belum membuahkan hasil.
Di sisi lain, warga menilai sinergi antara Pemda, DPRD, dan dinas teknis adalah kunci utama. Sambil menunggu normalisasi Kali Cakung Lama Rawa Indah yang baru ditargetkan rampung pada 2027, keberadaan embung dinilai menjadi solusi paling mendesak untuk menampung debit air hujan saat ini.
“Langkah cepat dan komunikasi yang terbuka menjadi kunci utama untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman dari ancaman banjir,” pungkas Ahmad.***
Editor : Bar Bernad
Sumber Berita: Antara


























