Warga Karang Sambung Turun Jalan Tuntut Keadilan Lingkungan dan Hak Pekerja

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi, Mevin.ID — Di bawah terik matahari yang menyengat seperti amarah yang mereka pendam bertahun-tahun, ratusan warga Karang Sambung, Kedung Waringin Kab Bekasi turun ke jalan, Selasa (25/11/2025).

Mereka membawa satu pesan sederhana tapi berat bobotnya: cukup sudah. Cukup pencemaran. Cukup pungli. Cukup upah yang tak layak. Cukup janji yang tak pernah ditepati.

Aksi ini bukan seremoni. Bukan pula rutinitas yang hilang begitu pengeras suara dimatikan.

“Hari ini kami berdiri bukan untuk seremonial, tetapi untuk menyampaikan amarah rakyat,” pekik Koordinator aksi dari atas mobil komando. “Ketidakadilan ini tidak boleh dibiarkan.”

Lingkungan Tercemar, Masa Depan Terancam

Tuntutan paling lantang datang dari persoalan lingkungan. Warga menuding ada pembuangan limbah tanpa pengolahan yang membuat sungai menghitam, sawah rusak, dan kekhawatiran soal kesehatan makin tumbuh.

“Lingkungan hidup bukan milik perusahaan. Itu hak rakyat,” ujar Koordinator aksi. “Kalau tanah dan air kami diracuni, masa depan anak-anak kami juga ikut dirampas.”

Mereka mendesak audit dari DLH Kab Bekasi hingga KLHK, termasuk penegakan penuh UU No. 32/2009.

Massa juga menyoroti praktik outsourcing pada pekerjaan inti—sebuah pola yang dinilai membuka pintu bagi eksploitasi.

“Martabat pekerja tidak bisa dibeli dengan kontrak ilegal,” kata sang Koordinator. “Pekerja itu manusia, bukan robot.”

CSR yang Dinilai Gelap dan Tak Pernah Menyentuh Warga

Program CSR perusahaan menjadi sorotan berikutnya. Warga mempertanyakan ke mana bantuan dialirkan, karena yang mereka rasakan tak sejalan dengan klaim perusahaan.

“Perusahaan hidup dari tanah dan air masyarakat. Minimal berikan kontribusi yang nyata,” ujar Koordinator. “Kami bukan meminta belas kasihan—kami menuntut hak.”

Pungli Rekrutmen, Luka yang Diungkap

Di tengah tuntutan lain, isu pungutan liar dalam proses rekrutmen mencuat. Warga menuntut penindakan serius dan pengembalian uang kepada korban.

“Tidak boleh ada rakyat Karang Sambung yang diperas hanya untuk bisa bekerja. Itu kejahatan terhadap rakyat kecil,” tegas mereka.

Upah di Bawah UMK Masih Jadi Momok

Beberapa perusahaan disebut masih membayar upah di bawah standar UMK. Warga menuntut penegakan PP 36/2021 dan pembayaran selisih upah.

“Upah layak itu hak. Jika dirampas, itu penindasan,” ujar Koordinator aksi.

Di penghujung aksi, warga menegaskan bahwa perjuangan mereka belum berakhir.

“Selama rakyat ditindas, kami tidak akan diam,” tutup sang Koordinator. “Suara kami tidak bisa dibungkam.”

Karang Sambung hari ini bukan sekadar menggelar protes—mereka sedang menagih keadilan yang terlalu lama tertunda.***

Facebook Comments Box

Penulis : Clendy Saputra

Editor : Pratigto

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SPPG Trimulyo Kucilkan Dua Siswa Gegara Dikritik, DPRD Pesawaran Lakukan Sidak
Dana Desa 2026 Turun Drastis, Bupati Majalengka: Kades Jangan Galau, Masih Ada ADD!
Sebut Karangligar ‘Cekungan Abadi’, Gubernur Dedi Mulyadi Tawarkan Relokasi dan Konsep Danau Penampung
Ironi di Balik Piring Makan Gratis, Ketika Kritik Orang Tua Berbuah “Hukuman” Bagi Sang Anak
Pasca Demo Sopir, Pemkot Bogor Hentikan Sementara Razia Angkot Tua
Sengketa Informasi Pasar Gedebage ‘Mangkrak’ 8 Bulan, Warga Bandung Kritik Kinerja KI Jawa Barat
Terinspirasi Game “City Builder”, Gen Z Berusia 22 Tahun Pimpin RW di Cimahi
Investasi Banten 2025 Tembus Rp130,2 Triliun, Projo Banten: Bukti Kinerja Pemprov Membaik dan Berdaya Tarik

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:18 WIB

SPPG Trimulyo Kucilkan Dua Siswa Gegara Dikritik, DPRD Pesawaran Lakukan Sidak

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:38 WIB

Dana Desa 2026 Turun Drastis, Bupati Majalengka: Kades Jangan Galau, Masih Ada ADD!

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:29 WIB

Sebut Karangligar ‘Cekungan Abadi’, Gubernur Dedi Mulyadi Tawarkan Relokasi dan Konsep Danau Penampung

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:42 WIB

Ironi di Balik Piring Makan Gratis, Ketika Kritik Orang Tua Berbuah “Hukuman” Bagi Sang Anak

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:16 WIB

Pasca Demo Sopir, Pemkot Bogor Hentikan Sementara Razia Angkot Tua

Berita Terbaru