BENER MERIAH, Mevin.ID – Warga di kawasan wisata Totor Weh Gile, Kecamatan Bandar Lampahan, Kabupaten Bener Meriah, kini tengah dilanda kecemasan. Aliran air berwarna cokelat pekat yang membawa bongkahan kayu dan material hutan kembali terjadi pada Kamis (8/1/2026).
Fenomena yang terekam kamera warga dan viral di akun media sosial @Keber_gayo tersebut memperlihatkan betapa derasnya arus air melintasi kawasan yang dikenal sebagai destinasi wisata kafe tersebut.
Ancaman di Balik Keindahan Wisata
Totor Weh Gile merupakan salah satu titik wisata alam populer di Bener Meriah. Namun, derasnya aliran air dari hulu yang membawa material kayu besar menjadi sinyal bahaya bagi para pelaku usaha dan pengunjung.
- Material yang terbawa: Potongan kayu besar, ranting, lumpur, dan material alami lainnya.
- Kecepatan Arus: Tinggi, mengikuti intensitas hujan di kawasan hulu.
- Lokasi Terdampak: Aliran sungai yang berdekatan langsung dengan area kafe dan tempat bersantai warga.
Warga Khawatir Banjir Bandang Susulan
Salah seorang warga di lokasi menyatakan bahwa kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi. Kondisi geografis dan tingginya intensitas hujan belakangan ini membuat air dari kawasan atas turun dengan sangat cepat.
“Kalau hujan deras, air dari atas cepat sekali turun. Biasanya membawa kayu-kayu besar. Kami khawatir kalau tiba-tiba meluap dan jadi banjir bandang,” ungkapnya.
Langkah Antisipasi yang Diharapkan
Mengingat lokasi ini sering ramai dikunjungi saat akhir pekan, masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan. Beberapa poin yang menjadi aspirasi warga antara lain:
- Pembersihan alur sungai dari sumbatan material kayu.
- Pemantauan intensif di kawasan hulu sungai.
- Pemasangan rambu peringatan dini bagi wisatawan di titik rawan.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Namun, masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di pinggir sungai saat cuaca mendung atau hujan deras mengguyur wilayah Bener Meriah.***


























