Waspada! Aliran Air Bercampur Kayu Terjang Totor Weh Gile, Ancaman Banjir Bandang Menghantui Bener Meriah

- Redaksi

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BENER MERIAH, Mevin.ID – Warga di kawasan wisata Totor Weh Gile, Kecamatan Bandar Lampahan, Kabupaten Bener Meriah, kini tengah dilanda kecemasan. Aliran air berwarna cokelat pekat yang membawa bongkahan kayu dan material hutan kembali terjadi pada Kamis (8/1/2026).

Fenomena yang terekam kamera warga dan viral di akun media sosial @Keber_gayo tersebut memperlihatkan betapa derasnya arus air melintasi kawasan yang dikenal sebagai destinasi wisata kafe tersebut.

Ancaman di Balik Keindahan Wisata

Totor Weh Gile merupakan salah satu titik wisata alam populer di Bener Meriah. Namun, derasnya aliran air dari hulu yang membawa material kayu besar menjadi sinyal bahaya bagi para pelaku usaha dan pengunjung.

  • Material yang terbawa: Potongan kayu besar, ranting, lumpur, dan material alami lainnya.
  • Kecepatan Arus: Tinggi, mengikuti intensitas hujan di kawasan hulu.
  • Lokasi Terdampak: Aliran sungai yang berdekatan langsung dengan area kafe dan tempat bersantai warga.

Warga Khawatir Banjir Bandang Susulan

Salah seorang warga di lokasi menyatakan bahwa kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi. Kondisi geografis dan tingginya intensitas hujan belakangan ini membuat air dari kawasan atas turun dengan sangat cepat.

“Kalau hujan deras, air dari atas cepat sekali turun. Biasanya membawa kayu-kayu besar. Kami khawatir kalau tiba-tiba meluap dan jadi banjir bandang,” ungkapnya.

Langkah Antisipasi yang Diharapkan

Mengingat lokasi ini sering ramai dikunjungi saat akhir pekan, masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan. Beberapa poin yang menjadi aspirasi warga antara lain:

  • Pembersihan alur sungai dari sumbatan material kayu.
  • Pemantauan intensif di kawasan hulu sungai.
  • Pemasangan rambu peringatan dini bagi wisatawan di titik rawan.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Namun, masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di pinggir sungai saat cuaca mendung atau hujan deras mengguyur wilayah Bener Meriah.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR
Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku
Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan
Tingkatkan Kinerja, Komisi III DPR RI Setuju Usulan Penambahan Anggaran di Kejaksaan
Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi
Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar
GUN Ketua LSM Sniper Diperiksa KPK Terkait Korupsi Bupati Bekasi Ade Kunang
Terjaring OTT Jual Beli Jabatan, Bupati Pati Sudewo Tiba di Gedung Merah Putih KPK

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:30 WIB

Wamenkum Desak Pembahasan Cepat RUU Pidana Mati Bersama Komisi III DPR

Rabu, 21 Januari 2026 - 16:07 WIB

Gempa Berkekuatan M 5,7 Guncang Kepulauan Tanimbar, Maluku

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:49 WIB

Darurat Mental Health! Menkes Ungkap 28 Juta Penduduk Indonesia Punya Masalah Kejiwaan

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:48 WIB

Tangan Diborgol, Wali Kota Madiun Maidi Resmi Ditahan KPK Terkait Kasus Pemerasan & Gratifikasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:02 WIB

Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Pati Sudewo Bantah Peras Calon Perangkat Desa Rp2,6 Miliar

Berita Terbaru