BANDUNG, Mevin.ID – Warga Bandung Raya dan Jawa Barat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama sepekan ke depan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca akan didominasi oleh hujan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Kepala BMKG Stasiun Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa dinamika atmosfer saat ini sangat mendukung pembentukan awan hujan, terutama pada siang hingga malam hari.
Penyebab Cuaca Ekstrem
Berdasarkan analisis periode 19-26 Januari 2026, terdapat beberapa faktor yang memicu tingginya curah hujan di wilayah Jawa Barat:
- Aktivitas Angin: Terpantaunya belokan angin dan konvergensi (pertemuan angin) di wilayah Jabar.
- Suhu Laut: Perairan Jawa Barat masih cukup hangat, sehingga mempercepat penguapan dan pembentukan awan hujan lokal.
- Monsun Asia: Dominasi angin baratan yang membawa massa udara basah dari wilayah Asia masih sangat aktif.
Kenapa Bandung Terasa Lebih Dingin?
Beberapa hari terakhir, warga Bandung merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya. BMKG mencatat suhu minimum berkisar antara 19-20 derajat Celsius.
Kondisi ini dipengaruhi oleh tutupan awan yang tebal, pelepasan panas bumi setelah hujan, serta peningkatan kecepatan angin yang mencapai 20 kilometer per jam.
Prakiraan Wilayah Bandung Raya
Khusus untuk wilayah Bandung Raya (Kota Bandung, Kab. Bandung, Bandung Barat, dan Cimahi), berikut detail prakiraannya:
|
Parameter |
Prakiraan Sepekan |
|---|---|
|
Kondisi Umum |
Cerah berawan di pagi hari, hujan ringan-sedang di siang/sore/malam |
|
Suhu Udara |
20 – 31 Derajat Celsius |
|
Kelembapan |
65% – 94% |
|
Kecepatan Angin |
5 – 19 km/jam (Baratan) |
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG meminta warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat lereng atau bantaran sungai.
“Tetap perbarui informasi cuaca melalui saluran resmi BMKG sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama saat sore hari,” ujar Rahayu.***
Editor : Bar Bernad


























