JAKARTA, Mevin.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait deteksi aktivitas Bibit Siklon Tropis 90S yang terpantau di Samudra Hindia, tepatnya di selatan Banten dan Jawa Barat.
Fenomena ini diprediksi akan memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.
Berdasarkan analisis terbaru pada Selasa (3/3/2026), pusat sirkulasi bibit siklon ini berada di koordinat 11.6°LS 106.9°BT.
Kondisi ini didukung oleh suhu muka laut yang hangat serta aktivitas gelombang atmosfer yang kuat, sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
Daftar Wilayah Rawan Cuaca Ekstrem
BMKG membagi peringatan potensi hujan lebat dan angin kencang dalam dua periode waktu selama sepekan ke depan:
Periode 2-4 Maret 2026:
- Hujan Lebat-Sangat Lebat: Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.
- Angin Kencang: DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Maluku, dan Papua Selatan.
Periode 5-8 Maret 2026:
- Hujan Lebat-Sangat Lebat: Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan NTT.
- Angin Kencang: Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan Maluku.
Ancaman Gelombang Tinggi
Selain curah hujan yang tinggi, Bibit Siklon 90S juga berdampak pada kondisi perairan.
BMKG menghimbau para pelaku pelayaran dan masyarakat pesisir untuk waspada terhadap potensi gelombang laut tinggi di wilayah berikut:
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung.
- Selat Sunda.
- Samudra Hindia selatan Banten hingga Bali.
Fenomena MJO dan Gangguan Atmosfer
Aktivitas cuaca ekstrem ini diperparah oleh fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada pada fase 5 dan 6. Kondisi ini memberikan kontribusi besar terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah.
“Kombinasi antara MJO dan gelombang atmosfer mendukung peningkatan curah hujan di wilayah Laut Cina Selatan hingga Samudra Hindia selatan Jawa dan NTT,” tulis BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak ikutan dari cuaca ekstrem ini, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, serta terus memantau informasi resmi melalui aplikasi atau kanal informasi BMKG.***
Editor : Bar Bernad


























