Waspada! BKK Pangkalpinang Ingatkan Risiko Virus Nipah Lewat Migrasi Kelelawar dan Burung

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang  Agus Syah. ANTARA/Aprionis.

Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang Agus Syah. ANTARA/Aprionis.

PANGKALPINANG, Mevin.ID – Balai Karantina Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengeluarkan peringatan dini terkait potensi masuknya virus Nipah ke wilayah Indonesia.

Fenomena migrasi satwa liar, khususnya kelelawar dan burung dari berbagai negara termasuk India, menjadi jalur utama yang diwaspadai.

Kepala BKK Kelas II Pangkalpinang, Agus Syah, mengungkapkan bahwa perubahan cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia menjadi pemicu utama perpindahan satwa ini ke wilayah tropis.

“Penyakit Nipah harus diwaspadai, karena virus ini dapat menular ke manusia dengan tingkat kematian yang tinggi,” tegas Agus Syah di Pangkalpinang, Sabtu (31/1/2026).

Faktor Cuaca Ekstrem dan Jalur Migrasi

Menurut Agus, badai dingin ekstrem yang melanda berbagai negara memaksa hewan-hewan pencari kehangatan bergerak menuju garis khatulistiwa. Indonesia, dengan iklim hangat dan hutan tropisnya, menjadi tujuan utama persinggahan satwa migran tersebut.

Beberapa poin penting terkait fenomena ini antara lain:

  • Kompas Alam: Satwa bermigrasi menggunakan insting alami untuk mencari wilayah hangat demi bertahan hidup dan berkembang biak.

  • Temuan di Jatim: Terpantau puluhan burung asal Rusia telah bermigrasi ke Jawa Timur, menandakan pergerakan satwa lintas negara sedang berlangsung masif.

  • Risiko Penularan: Migrasi burung seringkali diikuti oleh migrasi kelelawar. Mengingat kelelawar di Indonesia sangat beragam, spesies lokal berisiko menjadi “inang” baru bagi virus Nipah.

Catatan Kasus di Indonesia

Meskipun hingga saat ini belum ada kasus positif yang terkonfirmasi, pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat. Agus menambahkan bahwa pada tahun 2025, sempat ditemukan suspek virus Nipah di tiga provinsi:

  1. Riau

  2. Kalimantan Barat (Kalbar)

  3. Sulawesi Utara (Sulut)

“Hasil pemeriksaan terhadap suspek di tiga wilayah tersebut dinyatakan negatif. Namun, potensi tetap besar karena Indonesia adalah wilayah khatulistiwa yang menjadi tempat singgah ideal bagi mereka,” pungkasnya.

Hingga saat ini, Kementerian Kesehatan dan pihak terkait terus memantau pergerakan satwa dan memperkuat sistem surveilans di pintu-pintu masuk negara guna mencegah wabah ini masuk ke tanah air.***

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H
Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia
Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari
Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.
Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran
Tok! Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Prediksi Awal Puasa Jatuh pada 19 Februari 2026
Prediksi BRIN: Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda Karena Faktor Hilal Global vs Lokal
‘Tembok Ratapan Solo’ Tandai Rumah Jokowi di Google Maps: Sekedar Iseng atau Nyata?

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:00 WIB

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:42 WIB

Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:58 WIB

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:27 WIB

Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:24 WIB

Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran

Berita Terbaru