JAKARTA, Mevin.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 18-19 Januari 2026.
Sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan, diprediksi akan diguyur hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama di tengah operasi pencarian pesawat patroli KKP jenis ATR 42-500 yang hilang kontak di wilayah perbukitan Maros.
Sulawesi Selatan Masuk Kategori Siaga
Berdasarkan data BMKG, wilayah Sulawesi Selatan masuk dalam kategori Waspada pada Minggu (18/1), namun statusnya meningkat menjadi Siaga pada Senin (19/1).
- Minggu, 18 Januari 2026: Sulsel masuk kategori Waspada (hujan sedang-lebat) dan diperingatkan akan potensi angin kencang.
- Senin, 19 Januari 2026: Sulsel meningkat ke kategori Siaga (hujan lebat-sangat lebat), bersama dengan wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Ancaman Bencana Hidrometeorologi
BMKG menjelaskan bahwa akumulasi curah hujan harian yang tinggi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti:
- Banjir dan genangan air.
- Tanah longsor (terutama di wilayah pegunungan).
- Pohon tumbang akibat angin kencang.
- Gangguan aktivitas transportasi udara dan darat.
Tantangan Berat Pencarian Pesawat KKP
Peringatan cuaca buruk ini diprediksi akan menjadi tantangan besar bagi tim SAR gabungan (Basarnas, TNI AU, dan KKP) yang sedang melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 di kawasan pegunungan kapur Bantimurung dan Desa Leang-leang, Maros.
Angin kencang dan hujan sangat lebat dapat membatasi jarak pandang serta membahayakan penerbangan helikopter penyelamat yang dikerahkan untuk menyisir lokasi dari udara.
Imbauan Masyarakat dan Operator
Masyarakat, khususnya di Sulawesi Selatan, diimbau untuk menghindari aktivitas luar ruang saat hujan lebat dan terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi infoBMKG atau kanal resmi BMKG.
Bagi operator penerbangan dan tim lapangan, BMKG mengingatkan agar sangat waspada terhadap dinamika cuaca yang dapat berubah dengan cepat di lokasi terdampak.***
Editor : Bar Bernad

























