BANDUNG, Mevin.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat memesan kamar hotel secara online.
Imbauan ini menyusul ditemukannya praktik peretasan yang menyasar informasi kontak sejumlah hotel di platform Google.
Berdasarkan temuan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, para pelaku siber diketahui mengubah tautan kontak pada laman informasi hotel.
Tombol kontak yang seharusnya mengarah ke nomor telepon resmi, kini dialihkan menuju nomor WhatsApp pribadi yang dikendalikan oleh pelaku.
Akibatnya, calon tamu yang berniat bertanya atau memesan kamar tidak terhubung dengan pihak manajemen hotel, melainkan langsung berkomunikasi dengan penipu.
Dalam percakapan tersebut, pelaku diduga akan meminta calon tamu untuk melakukan transfer pembayaran ke rekening pribadi yang tidak bertanggung jawab.
Menanggapi situasi yang meresahkan ini, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meminta warga untuk tidak tergesa-gesa dalam melakukan transaksi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat melakukan pemesanan hotel secara daring. Pastikan Anda berkomunikasi melalui kontak resmi hotel,” ujar Farhan dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (13/2/2026).
Farhan menyarankan, untuk sementara waktu, masyarakat dapat menggunakan platform Online Travel Agent (OTA) atau agen perjalanan daring yang terpercaya sebagai alternatif. Selain itu, calon tamu juga disarankan untuk menghubungi langsung nomor telepon lokal (fixed line) hotel yang bersangkutan untuk memastikan validitas pemesanan.
“Jika komunikasi terjadi melalui nomor yang mencurigakan, jangan langsung melakukan transfer pembayaran. Lakukan verifikasi ulang melalui saluran resmi hotel,” tegasnya.
Pemkot Bandung memastikan saat ini proses penelusuran dan pemulihan tengah dilakukan. Pihaknya berupaya mengembalikan informasi kontak hotel ke kondisi semula guna mencegah potensi korban berjatuhan.
Diskominfo Kota Bandung juga meminta para pengelola hotel untuk segera memeriksa kembali informasi kontak bisnis mereka yang tampil di mesin pencarian. Hotel diimbau untuk aktif menginformasikan saluran komunikasi resmi kepada tamu melalui kanal media sosial atau situs web masing-masing.
Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menegaskan bahwa imbauan ini merupakan langkah preventif agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan yang memanfaatkan celah keamanan digital. Masyarakat yang menemukan kejanggalan pada kontak hotel diimbau untuk segera melapor.***
Penulis : Atep K
Editor : Bar Bernad


























