BOGOR, Mevin.ID – Badan Geologi Kementerian ESDM merilis temuan terbaru mengenai kondisi tektonik di wilayah Jabodetabek.
Jalur patahan yang dinamai Sesar Cisadane teridentifikasi membentang melintasi kawasan padat penduduk, mulai dari Kabupaten Bogor hingga bermuara di Tangerang.
Meski belum dikategorikan sebagai sesar aktif layaknya Sesar Lembang atau Sesar Cimandiri, pakar menegaskan bahwa patahan ini masuk dalam kategori potensial aktif, yang artinya memiliki indikasi pergerakan dan perlu diwaspadai.
Mengikuti Aliran Sungai Cisadane
Sesar ini dinamai sesuai dengan Sungai Cisadane karena jalurnya yang beriringan di sejumlah titik. Membentang sepanjang kurang lebih 126 hingga 138 kilometer, jalur sesar ini melintasi:
- Kabupaten Bogor & Kota Bogor
- Kabupaten Tangerang
- Kota Tangerang
- Tangerang Selatan
Penyelidik Bumi Ahli Madya Badan Geologi, Sukahar Eka, menjelaskan bahwa pemetaan skala detail (1:100.000) telah dilakukan pada akhir 2025 menggunakan teknologi citra DEMNAS hingga data LiDAR.
Bukti Aktivitas: Dari Retakan Gunung hingga Kolam Alami
Tim geologi menemukan beberapa bukti nyata aktivitas tektonik di sepanjang jalur Sesar Cisadane, di antaranya:
- Retakan di Gunung Panjang: Ditemukan retakan memanjang di kawasan Ciseeng, Parung, yang memotong batuan berumur Kuarter.
- Munculnya Sag Pond: Ditemukan rawa alami atau cekungan kecil (pull-apart basin) akibat pergerakan patahan mendatar. Uniknya, di daerah Parung, cekungan alami ini kini dimanfaatkan warga sebagai lokasi pemandian air panas.
Mitigasi: “Jangan Panik, Tapi Jangan Lalai”
Mengingat padatnya pemukiman yang berada di atas jalur sesar ini, Badan Geologi menekankan pentingnya mitigasi bencana sejak dini.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan hoaks terkait ramalan gempa, namun tetap memperhatikan standar kekuatan bangunan rumah.
“Gempa bumi tidak dapat dicegah dan belum bisa diramalkan. Masyarakat perlu membangun rumah sesuai standar dan pemerintah daerah harus mempertimbangkan kondisi geologi ini dalam menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” tegas Sukahar.
Pemerintah Daerah diharapkan lebih selektif dalam memberikan izin pembangunan di kawasan yang bersinggungan langsung dengan jalur Sesar Cisadane guna meminimalisir risiko di masa depan.***
Editor : Bar Bernad
Sumber Berita: Kompas


























