Waspada! Siklon Tropis Penha Muncul di Utara Maluku, BMKG Ingatkan Dampak Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi

- Redaksi

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mevin.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengumumkan munculnya Siklon Tropis Penha yang berkembang dari Bibit Siklon 94W.

Meski posisinya berada di Laut Filipina (utara Maluku Utara) dan bergerak menjauhi Indonesia, siklon ini tetap memberikan dampak tidak langsung terhadap cuaca di tanah air.

Berdasarkan rilis BMKG pada Kamis (5/2/2026), Siklon Tropis Penha mencapai intensitasnya sejak 4 Februari malam. Dalam 24 jam ke depan, siklon ini diperkirakan tetap pada kategori 1 dengan pergerakan ke arah barat.

Daftar Wilayah Terdampak (Hujan & Angin Kencang)

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah berikut untuk waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang:

  • Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo: Berpotensi hujan sedang hingga lebat.
  • Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud: Berpotensi dilanda angin kencang.

Peringatan Gelombang Tinggi

Siklon Penha juga memicu peningkatan tinggi gelombang di perairan utara Indonesia. Berikut rinciannya:

  • Gelombang 1,25 – 2,5 Meter: Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua, Perairan Kepulauan Sangihe, dan Laut Sulawesi bagian timur.
  • Gelombang 2,5 – 4,0 Meter: Perairan Kepulauan Talaud dan Samudra Pasifik utara Maluku.

Bibit Siklon 98P Masih Aktif di Selatan

Selain Penha, BMKG melaporkan bahwa Bibit Siklon Tropis 98P masih aktif di sekitar daratan utara Australia bagian barat laut. Fenomena ini berdampak langsung pada wilayah selatan Indonesia, khususnya:

  • Hujan & Angin Kencang: Di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Gelombang Laut: Peningkatan tinggi gelombang di Laut Sawu, Samudra Hindia selatan NTT, hingga Laut Arafuru.

“Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan kondisi perairan yang berbahaya,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Masyarakat disarankan untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna menghindari risiko kecelakaan laut dan dampak cuaca ekstrem lainnya.***

Facebook Comments Box

Penulis : Bar Bernad

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H
Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia
Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari
Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.
Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran
Tok! Kemenag Gelar Sidang Isbat Hari Ini, Prediksi Awal Puasa Jatuh pada 19 Februari 2026
Prediksi BRIN: Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda Karena Faktor Hilal Global vs Lokal
‘Tembok Ratapan Solo’ Tandai Rumah Jokowi di Google Maps: Sekedar Iseng atau Nyata?

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 23:00 WIB

Penjelasan tentang KHGT sebagai Pedoman Muhammadiyah Tentukan Awal Ramadan 1447 H

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:42 WIB

Kisah Pilu Norida Akmal Ayob: 18 Tahun Hidup Sengsara di Lombok, Akhirnya Dijemput Pulang ke Malaysia

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:58 WIB

Hilal Masih di Bawah Ufuk, Kemenag Prediksi 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari

Selasa, 17 Februari 2026 - 16:27 WIB

Survei Indikator: Warga Jabar Puas Infrastruktur, Tapi Keluhkan Akses Modal Ekonomi.

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:24 WIB

Gagalkan Penjualan Orang ke Arab Saudi, Satgas P2MI Projo Apresiasi Penyelamatan 11 Calon Pekerja Migran

Berita Terbaru