Waspada! Wilayah Longsor Cisarua Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat Sepekan ke Depan

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, Mevin.ID – Kondisi cuaca di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, diperkirakan masih akan menantang dalam beberapa hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung memperingatkan bahwa potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih sangat tinggi di lokasi pencarian korban longsor tersebut.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa pola cuaca saat ini belum menunjukkan perubahan signifikan. Hal ini disebabkan wilayah Jawa Barat telah memasuki periode puncak musim hujan, di mana curah hujan mencapai titik tertingginya.

“Sepekan ke depan potensinya masih sama. Hujan ringan hingga lebat masih berpotensi untuk wilayah Cisarua ini. Karena sedang di titik puncak, tentunya intensitasnya semakin tinggi,” ujar Teguh di Bandung, Jumat (30/1).

Dua Pesawat Dikerahkan untuk Modifikasi Cuaca

Menanggapi ancaman cuaca ekstrem yang dapat menghambat proses evakuasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah strategis dengan menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengerahkan dua unit pesawat untuk melakukan penyemaian awan di wilayah Bandung Barat. Tujuannya adalah untuk “memecah” atau mengurangi intensitas hujan agar tidak mengguyur lokasi bencana secara berlebihan.

  • Fungsi Operasi: Mengurangi curah hujan (bukan menghentikan total) agar proses pencarian korban di lapangan tetap bisa berjalan optimal.

  • Durasi Pengawasan: Berdasarkan koordinasi dengan BMKG, pengawasan ketat dilakukan setidaknya hingga Sabtu (31/1) siang mengingat potensi awan hujan yang masih tebal.

Imbauan Kesiapsiagaan Sektor Terkait

BMKG menekankan pentingnya penguatan kesiapsiagaan dari berbagai sektor untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi susulan, seperti banjir bandang atau longsor lanjutan. Tanah yang sudah labil akibat hujan terus-menerus menjadi risiko utama bagi para petugas di lapangan maupun masyarakat sekitar.

“Penguatan dari berbagai sektor harus tetap ditingkatkan. Masyarakat juga tetap harus waspada, terutama saat melihat tanda-tanda peningkatan debit air atau pergerakan tanah,” pungkas Teguh.***

Facebook Comments Box

Editor : Bar Bernad

Sumber Berita: Antara

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membela Kebun Sendiri Berujung Bui: Kakek Herman Jadi Tersangka Usai Dikeroyok Pencuri, Di Mana Keadilan?
Tol Cipali Membara, Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar di KM 185, Arus Jakarta-Cirebon Sempat Ditutup
Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Bandung
Akhir Kekejaman di Lakarsantri: Polrestabes Surabaya Resmi Tahan Pasutri Penyiksa Balita 4 Tahun
Terungkap! Motif Mutilasi dalam Koper di Brebes: Pelaku Sakit Hati Ditagih Hutang, Gasak Uang Belasan Juta
Mal Ciputra Cibubur Terbakar: Unit Jaecoo J5 dan J8 Berhasil Dievakuasi, Showroom Dipastikan Aman
Waspada! BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem di Jawa Barat Hingga 22 Februari 2026
Cahaya Lampion dan Atraksi Barongsai Meriahkan Imlek 2577 di Klenteng Hok Lay Kong Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:23 WIB

Membela Kebun Sendiri Berujung Bui: Kakek Herman Jadi Tersangka Usai Dikeroyok Pencuri, Di Mana Keadilan?

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:16 WIB

Tol Cipali Membara, Truk Tangki BBM Pertamina Terbakar di KM 185, Arus Jakarta-Cirebon Sempat Ditutup

Rabu, 18 Februari 2026 - 08:06 WIB

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa Hingga Bandung

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:02 WIB

Akhir Kekejaman di Lakarsantri: Polrestabes Surabaya Resmi Tahan Pasutri Penyiksa Balita 4 Tahun

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:43 WIB

Terungkap! Motif Mutilasi dalam Koper di Brebes: Pelaku Sakit Hati Ditagih Hutang, Gasak Uang Belasan Juta

Berita Terbaru