Yod Mintaraga Gelar Sosper bersama Keluarga Besar GMPS terkait Desa Wisata

- Redaksi

Sabtu, 25 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Jawa Barat H. Yod Mintaraga MPA menggelar Sosialisasi Perda bersama kekuarga besar Generasi Muda Pondok Pesantren Suryalaya (GMPS) di Tasikmalaya, Sabtu (25/1/2025).

i

Anggota DPRD Jawa Barat H. Yod Mintaraga MPA menggelar Sosialisasi Perda bersama kekuarga besar Generasi Muda Pondok Pesantren Suryalaya (GMPS) di Tasikmalaya, Sabtu (25/1/2025).

Bandung, Mevin.ID –Anggota DPRD Jawa Barat H. Yod Mintaraga MPA menggelar Sosialisasi Perda bersama kekuarga besar Generasi Muda Pondok Pesantren Suryalaya (GMPS) di Tasikmalaya, Sabtu (25/1/2025).

Lebih dari 100 orang mengikuti Sosialisasi Perda, yang secara khusus menyangkut Perda Desa Wisata.

Pada kesempatan tersebut Yod Mintaraga mengatakan anggota dewan kerap kali dikatakan lupa kepada konstituen setelah terpilih. Padahal, katanya, ketika Pemilu anggota dewan sering mendatangi rakyat untuk mendapatkan suara.

“Lembaga kedewanan membuat program kerja yang mendektrkan wakil rakyat dengan rakyat. Program itu diantaranya Sosialisasi Perda. Program ini dirancang khusus untuk kembali turun kepada pemilihnya, kepada rakyat,” kata Yod.

Selain Sosialisasi Perda, katanya, ada program lain yang sifatnya bertujuan untuk mendekatkan anggota DPRD Jabar dengan rakyatnya, misalnya Program Empat Pilar dan Reses. Malah saya mengusulkan ada satu program lagi yang berbasis pada budaya,” kata Yod.

Terkait Perda Desa Wisata, Yod mengatakan pentingnya keberadaan desa tersebut. Perda tersebut, katanya, memberi ruang kepada masyarakat untuk lebih menggerakan roda ekonomi, khususnya terkait kepariwisataan. Potensi-potensi desa terkait wisata, katanya, bisa diekspoloitasi dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Apapun yang menjadi potensi desa bisa dikembangkan menjadi desa wisata. Pasti setiap desa memiliki keunggulan, memiliki potensi, yang bisa dikembangkan menjadi wisata. Apakah itu alamnya, kebudayaannya, kebiasaan masyarakatnya, dan yang lainnya.
Dengan demikian, katanya, tidak perlu lagi orang desa berbondong-bondong datang ke kota untuk mencari kerja.”

Malah sekarang dengan desa wisata masyarakat desa diundang datang ke desa, mereka dibuat penasaran apa yang dilihat karena potensi wisata desa,” kata Yod.

Hal ini, kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Barat ini, merupakan peluang dan potensi masyarakat desa untuk meningkatkan kehidupan ekonominya. “Banyak peluang bagi masyarakat desa dalam desa wisata ini, misalnya bagi yang suka kuliner bisa membuka rumah makan atau restoran karena orang yang datang tidak melulu bawa nasi timbel dari rumah. Pasti akan mencari tempat makan,” katanya.

Tak hanya itu, katanya, para pendatang pun perlu tempat menginap atau mencari oleh-oleh untuk dibawa pulang. Ini, katanya, menjadi peluang dengan membuat penginapan atau pusat oleh-oleh misalnya.

Yod menambahkan di sekitar tempat kegiatan Sosper banyak potensi desa wisata. Ia mencontohkan Pondok Pesantren Suryalaya sendiri yang setiap waktu tertentu ada kegiatan Manakib atau ziarah ke makam tokoh dan pendiri Suryalaya. “Saya yakin orang yang datang akan mengeluarkan uang misalnya untuk souvenir atau oleh-oleh. Kalau seorang menghabiskan Rp 500 ribu, misalnya, kali berapa ratus atau berapa ribu orang yang datang,” katanya.

Untuk memberi ruang bagi masyarakat dan meningkatkan potensi desa wisata, pungkas Yod, pemerintah membuat regulasi Perda tentang Desa Wisata. ***

Facebook Comments Box

Penulis : Ude D Gunadi

Editor : Dude

Follow WhatsApp Channel mevin.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasca Tragedi Longsor Bantargebang, Hardiyanto Kenneth Desak Pemprov DKI Evaluasi Total
TB Hasanuddin: Jika Ingin Keadilan, Palestina Wajib Dilibatkan dalam Forum Board of Peace
Kasus Bocah Tewas di Sukabumi: Komisi III DPR RI Desak Kapolres Usut Gengster Ayah Korban
BPJS Kesehatan Terancam Defisit Rp30 Triliun, Iuran Bakal Naik? DPR: Jangan Bebani Rakyat, Mana Janji Hapus Tunggakan!
DPR Pasang Badan! Dasco Minta Pemerintah Tunda Impor 105 Ribu Pikap India
Darurat Sampah Bandung Raya, TPPAS Sarimukti Diprediksi ‘Kolaps’ Tahun Depan, DPRD Jabar Serukan Pemilahan Mandiri
Sempat “Dibuang” ke Komisi I, Ahmad Sahroni Kembali Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI
Pansus XI DPRD Jabar Gaet Perpamsi Bahas Optimalisasi Pajak Air Permukaan

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 16:02 WIB

Pasca Tragedi Longsor Bantargebang, Hardiyanto Kenneth Desak Pemprov DKI Evaluasi Total

Senin, 9 Maret 2026 - 05:14 WIB

TB Hasanuddin: Jika Ingin Keadilan, Palestina Wajib Dilibatkan dalam Forum Board of Peace

Senin, 2 Maret 2026 - 23:26 WIB

Kasus Bocah Tewas di Sukabumi: Komisi III DPR RI Desak Kapolres Usut Gengster Ayah Korban

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:26 WIB

BPJS Kesehatan Terancam Defisit Rp30 Triliun, Iuran Bakal Naik? DPR: Jangan Bebani Rakyat, Mana Janji Hapus Tunggakan!

Senin, 23 Februari 2026 - 18:17 WIB

DPR Pasang Badan! Dasco Minta Pemerintah Tunda Impor 105 Ribu Pikap India

Berita Terbaru