Jakarta, Mevin.ID – Puluhan mahasiswa dan pemuda Bekasi yang tergabung dalam organ taktis, Aliansi Kepemudaan Lintas Mahasiswa Selamatkan Demokrasi (AKLAMASI) Bekasi, mendatangi Bareskrim Markas Besar Kepolian RI di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan.
Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan ijasah palsu Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, hari Selasa (18/2/2025).
Ketua Aklamsi Bekasi Haris Hermawan menduga kepada awak media ini menjelaskan bahwa salah satu Direksi PDAM Tirta Patriot diduga memiliki izasah palsu, di dua perguruan tinggi. Dengan begitu, pihaknya mendesak pihak berwajib menyelidiki kasus tersebut.
“Ya adanya dugaan ijazah palsu oknum Direktur Utama PDAM Tirta Patriot hari ini kita laporkan ke Bareskrim Mabes Polri,”ujarnya.
Dia menjabarkan, berdasarkan data online PDDikti atas nama si calon Dirut Tirta Patriot tersebut terdaftar pada Sekolah Tinggal Ilmi Ekonomi Adhy Niaga dengan program studi Manajemen, jenjang (strata satu) S1, semester awal ganjil tahun 2006, status awal Pindahan, dinyatakan Lulus.
“Nah pada tanggal 3 Juni 2015, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Adhy Niaga resmi dinyatakan ditutup Kemenristek Dikti karena diduga ada temuan jual beli ijazah palsu,” katanya.
Sementara itu, dari data PDDikti nama oknum Direksi PDAM Tirta Patriot tesebut juga terdaftar di Sekolah Tinggi Ilmu ekonomi Tribuana, jenjang (Strata 1) S1, nomor semester awal ganjil 2011, status awal mahasiswa pindahan, dan dinyatakan Lulus.
“Sekolah tinggi ilmu ekonomi Tribuana, yang hari ini perguruan tinggi tersebut ditutup oleh Kemendikbud karena diduga terjadi jual beli ijazah dan kasus KIP fiktif,”tambahnya.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho Nugroho membenarkan adanya laporan tersebut.
“Nanti kami tindak lanjuti,” jawabnya singkat. ***
Penulis : Pratigto


























